UNAS Serukan De-eskalasi Potensi Perang Dunia Ketiga

“Serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran telah membuka celah kemungkinan terjadinya Perang Dunia Ketiga. Hal itu dikarenakan para pihak yang berperang memiliki pendukung efektif. AS mempunyai basis pangkalan militer di Qatar, Bahrain, Kuwait dan negara lainnya. Lalu Israel sendiri sedang mesra dengan India. Sementara, Iran dikenal dekat dengan Rusia dan China,” kata Robi kepada Humas UNAS melalui pesan singkat, Senin, (2/3/2026) di Jakarta.

Ia mengatakan bahwa potensi kerusakan yang dapat ditimbulkan pun bisa lebih besar dibanding perang-perang sebelumnya karena ketiga negara memiliki senjata nuklir dan senjata modern yang memungkinkan eskalasi tinggi dan durasi yang lama.

“Kita tidak boleh tinggal diam. Kita harus gunakan segala potensi diplomasi kita untuk mencegah perang ini eskalatif. Kita harus cegah jangan sampai dimanfaatkan para pihak yang mau memancing di air keruh!,” ujarnya.

Menurut Robi, pemerintah Indonesia harus segera mengamankan seluruh WNI dan aset Indonesia yang ada di negara-negara yang berperang dan yang terlibat perang. Jangan hanya travel warning, melainkan juga asistensi kemanusiaan pada WNI yang terdampak akibat perang.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (P3M) UNAS ini menambahkan bahwa Presiden Indonesia dapat segara melakukan penggalangan dukungan negara-negara melalui konferensi internasional seperti halnya Konferensi Asia Afrika tahun 1955 dulu atau Gerakan Non-Blok (GNB). “Sebaiknya, Presiden Indonesia menginisiasi “GNB Jilid 2″ untuk melokalisir negara-negara agar tidak terlibat perang dan mendorongnya menjadi kekuatan pendamai” tegas Robi.

Ditanya soal rencana Presiden yang mau mendamaikan dengan turun ke Iran, Robi menyarankan agar tidak menggunakan cara tersebut. Robi menilai bahwa lebih realistis untuk Indonesia memimpin upaya melokalisir potensi melebarnya perang, dan menekan para pelaku perang melalui aliansi anti perang yang besar.

“Para pelaku perang kan merasa bahwa mereka itu kuat, dan merasa penting menggunakan kekuatannya. Kita harus tunjukkan bahwa kekuatan aliansi anti perang lebih kuat dari mereka. Lalu gunakan yang lebih kuat itu untuk memaksa mereka menghentikan perang!,” tambah Robi mengakhiri. (*Dimas Wijaksono)

Bagikan :

Info Mahasiswa

Related Post

Seminar Internasional Nurses Day Bahas UU Keperawatan
Sterilisasi Kampus, UNAS Lakukan Penyemprotan Desinfektan
Fakultas Hukum UNAS Adakan Kuliah Umum Bahas Hukum Kontrak
ICNCD 2025 Hadirkan Pakar Internasional: IFF Paparkan Inovasi Produk Alami untuk Pangan Sehat dan Berkelanjutan
Mafia Hukum Turunkan Kepercayaan Masyarakat
Ucap Janji Profesi Kepaniteraan, 91 Mahasiswa Profesi Ners dan Profesi Kebidanan Siap Melayani Masyarakat

Kategori Artikel

Berita Terbaru

Jadwal pelaksanaan PLBA T.A 2025/2026

Hari : RABU

SESI : 1

Tanggal : 24 September 2025

Pukul : 07.00 – 12.00 WIB

Auditorium Universitas Nasional

FAKULTAS

  1. FISIP
  2. FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA
  3. FAKULTAS TEKNIK DAN SAINS
  4. FAKULTAS TEKNOLOGI  KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

SESI : 2

Pukul : 13.00 – 16.00 WIB

Tempat : Auditorium Universitas Nasional

FAKULTAS

  1. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
  2. FAKULTAS HUKUM
  3. FAKULTAS ILMU KESEHATAN
  4. FAKULTAS BIOLOGI DAN PERTANIAN

Tempat : Auditorium Universitas Nasional

Hari : Kamis

Tanggal 25 September 2025

Pukul : 07.00 – 16.00 WIB

  1. FISIP
  2. FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA
  3. FAKULTAS TEKNIK DAN SAINS
  4. FAKULTAS TEKNOLOGI  KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
  5. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
  6. FAKULTAS HUKUM
  7. FAKULTAS ILMU KESEHATAN
  8. FAKULTAS BIOLOGI DAN PERTANIAN

Tempat : Auditorium Universitas Nasional