Jakarta (UNAS) – Universitas Nasional (UNAS) kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang memiliki komitmen kuat dalam pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Kepercayaan ini tercermin melalui penerimaan kunjungan sepuluh perguruan tinggi peserta Program Hibah Pembinaan untuk melakukan benchmarking sistem penjaminan mutu sebagai bentuk peningkatan tata kelola akademik secara berkelanjutan.
Program hibah ini merupakan skema fasilitasi dari pemerintah yang ditujukan untuk mendorong perguruan tinggi berkembang melalui peningkatan mutu internal, penerapan standar nasional pendidikan tinggi, serta kesiapan dalam menghadapi sistem akreditasi baru berbasis kinerja. Melalui hibah ini, perguruan tinggi dibina secara kolaboratif untuk memperkuat tata kelola akademik, meningkatkan budaya mutu, dan membangun jejaring penjaminan mutu lintas institusi.
Wakil Ketua Bidang SDM dan Keuangan Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti (STMK Trisakti), Dr. Linda R.M. Gurning, S.T., M.M., sebagai koordinator pelaksana, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kesediaan UNAS untuk berbagi praktik terbaik dalam pengembangan mutu.
“Kami berterima kasih kepada Universitas Nasional, di mana pada saat ini kami boleh melakukan benchmark tentang penjaminan mutu dengan apa yang telah UNAS lakukan dan sharing kepada kami,” ujarnya dalam kegiatan bechmarking di Ruang Aula Blok A Lt. 4 UNAS, Sabtu (22/11/2025).
“Kami berharap bisa menerima pencerahan hari ini dengan baik dan bisa mengimplementasikannya di perguruan tinggi kami,” tambahnya.
Ia juga menilai bahwa UNAS telah menunjukkan keberhasilan dalam pelaksanaan penjaminan mutu yang layak menjadi acuan pengembangan di perguruan tinggi lain. “Kesuksesan UNAS merupakan kebaikan yang luar biasa bagi kita dalam melanjutkan hibah ini dan starting yang akan kita lakukan,” ungkapnya.
UNAS Tekankan Transformasi Mutu untuk Daya Saing Global
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNAS, Dr. Erna Ermawati Chotim, M.Si., menuturkan bahwa SPMI menjadi instrumen strategis terlebih di tengah kompetisi ketat antara perguruan tinggi negeri, swasta, maupun internasional.
“Perubahan begitu dinamis, sehingga kita bisa menjaga kinerja kita dan tetap eksis dalam kondisi persaingan antara universitas swasta, universitas negeri, dan universitas internasional,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan akreditasi dimulai dari pelaksanaan SPMI yang konsisten. “Kalau kita disiplin dengan SPMI, komitmen dan konsisten, maka akreditasi bukan sesuatu yang harus kita takuti lagi,” tegasnya.
Wakil Rektor juga menyampaikan bahwa keberhasilan UNAS dalam membangun budaya mutu tidak diraih secara instan, tetapi melalui perjalanan panjang restrukturisasi tata kelola dan komitmen sivitas akademika.
“Kami pernah berada pada posisi yang tidak punya apa-apa. Tapi dengan komitmen… kita bisa menghasilkan SPMI bukan hanya angka, tapi praktik baik yang menjadi acuan untuk kita tumbuh,” ungkapnya.
UNAS berharap kegiatan benchmark ini menjadi momentum penguatan mutu pendidikan tinggi secara nasional dan meningkatkan kesiapan seluruh perguruan tinggi dalam menghadapi standar mutu baru yang menuntut kinerja akademik yang terukur dan berdaya saing internasional. (*DMS)
Bagikan :


