UNAS Jadi Salah Satu Perguruan Tinggi Percontohan di Indonesia – Supervisi dan Bimtek Pemetaan Mutu 2013

kegiatan supervisi dan bimtek ini merupakan upaya untuk menumbuhkan semangat penjaminan mutu dari dalam diri.

Jakarta (UNAS) – Dalam rangka menjaga eksistensi serta meningkatkan kualitas akademik, Universitas Nasional senantiasa melakukan perbaikan di berbagai bidang. Hal tersebut terbukti dengan terpilihnya Universitas Nasional sebagai satu dari 30 Perguruan Tinggi di Indonesia sebagai perguruan tinggi percontohan dalam Supervisi dan Bimtek Pemetaan Mutu 2013 Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan (PPMP) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK dan PMP).

“Pelaksanaan supervisi dan bimbingan teknis perguruan tinggi ini merupakan program Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan (PPMP) yang digelar setiap tahunnya serta mencakup evaluasi mutu internal setiap perguruan tinggi. Dalam hal ini, Universitas Nasional sendiri merupakan satu dari 30 perguruan tinggi percontohan di seluruh Indonesia,” papar Kepala Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Nasional, Eddy Guridno, S.E., M.M.Si saat ditemui disela acara yang diselenggarakan di ruang Seminar, Blok I Lantai 3, Senin (19/8).

Lebih lanjut, Eddy mengungkapkan bahwa kegiatan ini akan membawa dampak yang sangat besar bagi Unas. Pasalnya, jika masing – masing program studi yang ada menyadari arti pentingnya pemetaan mutu, sehingga tiap prodi mengetahui kelebihan dan kekurangannya, hal tersebut akan membantu institusi untuk dapat memperbaiki bagian yang kurang serta merencanakan langkah menuju yang lebih baik lagi kedepannya. “Seandainya setiap program studi mampu melakukannya, secara eksternal akan membantu institusi dalam penilaian atau akreditasi BAN – PT nantinya,” imbuh Eddy.

Pada kesempatan yang sama, delegasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMENDIKBUD) Republik Indonesia, Dr. Ir. Kiki Yuliati, M.Sc juga mejelaskan bahwa kegiatan supervisi dan bimtek ini merupakan upaya untuk menumbuhkan semangat penjaminan mutu dari dalam diri. Sehingga pengisian instrument evaluasi ini nantinya akan didorong oleh motivasi untuk terus memperbaiki kuallitas diri.

“Hal ini seperti layaknya wanita yang sedang bercermin, kita menghadap ke cermin dan melihat mana yang harus diperbaiki. Jika hidung yang perlu diperbaiki, maka kita perlu fokus ke hidung saja, sehingga tidak perlu lagi diam dan berfokus pada yang lainnya,” pungkas Kiki.

Senada dengan Kiki, delegasi Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan (PPMP) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK dan PMP), Dra. Yani Daryani, MM menuturkan bahwa instrument evaluasi pada pemetaan mutu ini merupakan instrument yang digunakan sebelum akreditasi dan berfungsi untuk melihat berbagai indikator – indikator kelemahan atau kekurangan yang masih perlu diperbaiki.