Jakarta (UNAS) – Universitas Nasional menggelar The 1st International Conference on Emerging Trends in Information Systems and Informatics (ICETISI 2025) pada Senin–Selasa (1–2/12). Konferensi internasional perdana yang diinisiasi Fakultas Teknologi Komunikasi dan Informatika (FTKI) ini bertujuan memperkuat budaya riset, kolaborasi global, dan inovasi di bidang teknologi informasi. Dengan tema “Transformative AI and Big Data for Sustainable Technological Advancement,” kegiatan ini menegaskan peran UNAS dalam pengembangan riset sistem informasi dan informatika berbasis teknologi cerdas.
Pada pembukaan acara, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat, Prof. Dr. Ernawati Sinaga, M.S., Apt., menyampaikan apresiasi kepada peserta, pembicara, dan mitra internasional. Ia menilai perkembangan pesat kecerdasan buatan, big data, dan sistem informasi membawa dampak besar bagi berbagai sektor sekaligus memunculkan tantangan baru dalam tata kelola data, keamanan, dan etika digital. “Tema ICETISI 2025 sangat relevan dalam menjawab tantangan tersebut. Kami berharap konferensi ini menjadi ruang kolaborasi dan pertukaran gagasan untuk mendorong kemajuan teknologi berkelanjutan,” katanya.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat, Prof. Dr. Ernawati Sinaga, M.S., Apt.
Prof. Ernawati juga menegaskan bahwa ICETISI 2025 menunjukkan kesiapan UNAS berperan dalam ekosistem riset teknologi global. Menurutnya, teknologi seperti AI dan big data bukan hanya tren, tetapi fondasi penting bagi transformasi digital dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Dekan FTKI, Dr. Agung Triayudi, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa konferensi ini menjadi wujud komitmen fakultas dalam mendorong riset berkualitas, praktik ilmiah yang bertanggung jawab, serta inovasi teknologi yang memberi manfaat nyata. Ia menjelaskan tiga fokus utama konferensi, yaitu peningkatan kualitas riset, penguatan tata kelola dan etika digital, serta pengembangan solusi teknologi yang aplikatif. “Kami mengajak seluruh peserta menjaga profesionalitas dan memanfaatkan rangkaian agenda ini untuk memperluas jejaring akademik,” ucapnya.
Ketua Panitia ICETISI 2025, Panca Dewi Pamungkasari, S.T., M.T., Ph.D., turut mengapresiasi kontribusi pembicara, reviewer, dan peserta. Ia menjelaskan bahwa tema “Transformative AI and Big Data for Sustainable Technological Advancement” mencerminkan pentingnya sistem cerdas dan pemanfaatan data dalam pembangunan teknologi masa depan. “Konferensi ini mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi industri untuk bertukar ide dan temuan terbaru. Kami berharap diskusi selama dua hari ini menghasilkan kolaborasi baru dan wawasan yang berdampak bagi perkembangan sistem informasi dan informatika,” katanya.
Kegiatan ini menghadirkan pembicara utama, Dr. Chin Vun Jack, B.Eng. (Hons), Ph.D., dari Malaysia. Dalam paparannya, ia menyebut bahwa sekitar 3.000 panel surya dipasang setiap menit di seluruh dunia—kapasitas yang cukup untuk menyediakan listrik bagi sekitar 200 rumah tangga. Data ini menunjukkan pesatnya adopsi teknologi solar PV secara global.
Selain itu, ICETISI 2025 juga menghadirkan pembicara dari beberapa negara, termasuk Prof. Shinichi Shirakawa dari Jepang yang hadir secara langsung, serta Prof. Yifan Chen dari Tiongkok yang bergabung melalui zoom. Sejumlah akademisi dari berbagai universitas di Indonesia juga turut berpartisipasi, baik secara daring maupun luring.
Konferensi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi penyelenggaraan konferensi internasional tahunan di UNAS dan memperluas kontribusi universitas dalam ekosistem riset teknologi informasi di tingkat global. (TIN)
Bagikan :


