Jakarta (UNAS) – Himpunan Mahasiswa Keperawatan (HIMAKEP) Divisi Kastrad Universitas Nasional menggelar seminar bertema “Pelecehan dalam Ikatan Darah: Ketika Fantasi Sedarah Menjadi Ancaman di Dalam Rumah” pada Sabtu, 12 Juli 2025. Kegiatan ini berlangsung di Exhibition Room, Universitas Nasional, dan dihadiri oleh puluhan mahasiswa dari berbagai program studi.
Seminar ini digelar sebagai respons atas maraknya pembahasan kasus inses di media sosial. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada mahasiswa mengenai bahaya pelecehan seksual dalam lingkup keluarga, serta mendorong keberanian berdiskusi secara terbuka mengenai isu-isu sensitif dengan tetap menjunjung nilai akademik.
Kaprodi Dukung Mahasiswa Bicara dan Bertindak
Kepala Program Studi Ilmu Keperawatan, Ns. Tommy J. F. Wowor, S.Kep., MM., M.Kep., Ph.D., hadir dan membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya mahasiswa untuk kritis dan berani bicara mengenai isu kekerasan seksual.

Ketua Program Studi Keperawatan Ns. Tommy, J.F, Wowor, MM,M.Kep, Ph.D. menyampaikan sambutan dalam acara Talk With Kastrad, di Ruang Exhibition, Universitas Nasional, Sabtu, 12 Juli 2025.
“Melalui diskusi ini, kita berharap dapat membuka mata, meningkatkan kesadaran, dan yang paling penting: mendorong keberanian untuk bicara, bertindak, dan membantu sesama,” ungkapnya. Ia juga menegaskan bahwa Universitas Nasional selalu mendukung kegiatan yang memperkuat karakter dan pemahaman akademik mahasiswa.
Psikolog Paparkan Dampak Kekerasan Seksual dalam Keluarga
Narasumber utama dalam seminar ini adalah Noridha Weningsari, M.Psi., Psikolog, yang membawakan materi berjudul “Fantasi Sedarah: Kekerasan Seksual dalam Relasi Kekerabatan.” Dalam paparan interaktifnya, ia menjelaskan berbagai bentuk kekerasan seksual dalam keluarga, dampak psikologisnya, serta langkah yang dapat diambil korban jika proses hukum tidak berjalan semestinya.
Ia juga mengajak mahasiswa aktif berdiskusi agar dapat memahami secara lebih dalam dinamika psikologis dan sosial dari kasus inses, serta pentingnya perlindungan dan pendampingan bagi korban.
Antusiasme Tinggi dari Peserta
Sebanyak 33 peserta hadir dalam seminar ini. Mereka tampak antusias mengikuti paparan materi, aktif bertanya, dan berdiskusi selama sesi tanya jawab. Salah satu peserta, Alvina Noviana, menyampaikan kesannya, “Seminar ini membuka wawasan saya tentang betapa seriusnya isu pelecehan dalam ikatan sedarah yang sering tersembunyi di balik norma keluarga. Materinya sangat relevan dan disampaikan dengan jelas dan menyentuh.”
Harapan untuk Menjadi Agenda Tahunan
Ketua Pelaksana Acara Nazwa Lafika Hermansyah. menyampaikan sambutan dalam acara Talk With Kastrad.

Ketua pelaksana kegiatan, Nazwa Lafika Hermansyah, menyampaikan bahwa tema ini dipilih karena relevan dengan isu sosial yang sedang berkembang. “Kami melibatkan kaprodi dan organisasi himpunan mahasiswa untuk mendukung kelancaran acara,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga menjadi ruang refleksi tentang pentingnya perlindungan terhadap korban, edukasi yang tepat, serta penegakan hukum yang berpihak pada keadilan. “Semoga kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan di UNAS,” pungkasnya.(*MPR)
Bagikan :


