Terpilih jadi Dekan, Kumba Siap Pasarkan Fakultas Ekonomi dan Bisnis ke Dunia Luar

Jakarta (Unas) – Setelah melalui proses seleksi oleh senat universitas, Kumba Digdowiseiso, S.E., M.App.Ec., Ph.D resmi menjadi Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nasional (Unas) periode 2021 hingga 2025. Sebelumnya, Ia menggantikan Dr. Suryono Efendi, S.E., M.BA.., M.M. yang kini menjadi Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni.

Dalam masa jabatannya itu, Kumba berkomiten untuk melebarkan sayap FEB ke dunia luar. Tak hanya fokus terhadap kegiatan internal saja, tetapi juga bidang eksternal. “Selain target saya menyusun kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), saya juga berencana untuk memperkenalkan FEB ini ke dunia luar dengan beberapa stakeholders,” tutur Kumba dalam keterangannya.

Kumba Digdowiseiso, S.E., M.App.Ec., Ph.D

Ia juga mengatakan, FEB akan banyak mempererat kerja sama dengan menggandeng Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk menerbitkan sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa dan dosen. Selain itu, juga berkolaborasi dengan beberapa perguruan tinggi negeri yang sudah maju.

“Untuk program kerja sama ini tentu saja tidak hanya bermanfaat bagi universitas, tetapi juga fakultas kedepannya. Saya juga memiliki target untuk membuka kelas internasional agar 2 sampai 3 tahun mendatang prodi kita dapat memperoleh akreditasi internasional,” tuturnya.

Kumba merupakan Dekan termuda yang ada di lingkungan Universitas Nasional, dan  juga dosen FEB itu berkenyakinan, program tersebut dapat berjalan dengan lancar dan dapat meningkatkan presetasi mahasiswa FEB, sehingga menjadi calon lulusan yang memiliki daya saing. Ia juga menuturkan, FEB akan melakukan perbaikan-perbaikan internal demi memperlancar proses kegiatan belajar mengajar tersebut.

 “FEB ini butuh perubahan-perubahan yang adaptif dengan dunia luar, agar setiap program studinya dapat dikenal oleh masyarakat. Semoga FEB semakin maju dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tingi sehingga dapat menjadi center of excellence baik di tingkat Jakarta maupun Asia Tenggara,” tuturnya.