Jakarta (UNAS) – Rasa haru, lega, dan bahagia menyatu dalam momen kelulusan sidang skripsi mahasiswa Universitas Nasional (UNAS). Setelah melalui proses panjang penyusunan tugas akhir dan ujian yang menegangkan, para mahasiswa akhirnya dinyatakan lulus dan menuntaskan tahap akhir studinya.
Salah satu mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Zahra Zakinah, mengungkapkan rasa syukurnya usai menjalani sidang skripsi. Dengan singkat ia menggambarkan perasaannya.
“Senang dan lega,” ujarnya.
Zahra mengaku sempat merasa tegang hingga sulit tidur pada malam sebelum sidang. Namun, ia tetap melakukan persiapan dengan belajar dan berdoa agar proses ujian berjalan lancar.
“Tadi paling belajar dan berdoa,” katanya.
Suasana di dalam ruang sidang, menurutnya, tetap menghadirkan ketegangan. Rasa tersebut terbayar ketika dinyatakan lulus oleh tim penguji.
Kebahagiaan Zahra semakin lengkap dengan kehadiran sang ibu, Masroh, yang datang langsung memberikan dukungan. Dengan wajah penuh haru, ia menyampaikan rasa syukur atas pencapaian putrinya.
“Alhamdulillah, sangat bersyukur dan senang sekali. Semoga Zahra menjadi anak yang sukses,” tuturnya.
Momen serupa juga dirasakan Adrian Prairawan yang baru menyelesaikan sidang skripsi. Ia mengaku proses penyusunan skripsi cukup menantang dan bahkan sempat tidak tidur karena harus datang pagi untuk sidang. Meski demikian, ia tetap menjalani proses tersebut dengan santai.
“Cuma dijalankan saja,” ujarnya.

Setelah sidang selesai, rasa lega langsung dirasakan. Ketika diminta menggambarkan sidang dalam satu kata, ia menjawab, “Mantap.” Adrian berharap setelah lulus dapat segera memperoleh pekerjaan.
Kabar baik juga datang dari mahasiswa Fakultas Hukum, Agung Ramadhan, yang menjalani sidang dengan lancar tanpa revisi berarti.
“Alhamdulillah hari ini lancar dan perbaikannya sudah selesai,” ungkapnya.
Ia menilai pengalaman kuliah di Fakultas Hukum UNAS sangat berkesan karena tidak hanya mendapatkan pembelajaran di kelas, tetapi juga praktik seperti peradilan semu. Saat ditanya hal yang paling dirindukan dari masa kuliah, ia langsung menyebut salah satu dosen favoritnya.
“Banyak sekali, salah satunya Pak Sugi,” katanya.
Agung juga memberikan motivasi kepada mahasiswa yang akan menjalani sidang skripsi.
“Yang mau sidang percaya diri saja, karena pasti lulus,” pesannya.
Kelulusan sidang skripsi ini tidak hanya menjadi capaian akademik, tetapi juga penanda berakhirnya proses panjang yang diwarnai kerja keras, dukungan keluarga, serta berbagai pengalaman selama masa perkuliahan di Universitas Nasional. (TIN)
Bagikan :


