Jakarta (Humas UNAS) – Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nasional (UNAS) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan & Sertifikasi Nasional BNSP Artificial Intelligence (AI) Digital Marketing pada Senin, 4 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan ASOSIASI.AI Indonesia, DIGIMIND (Asosiasi Digital Marketing Indonesia), serta didukung oleh LSP Digital Marketing BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).
Acara yang berlangsung di lingkungan kampus UNAS ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, perwakilan asosiasi, dosen, narasumber profesional, serta ratusan mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2023.
Kegiatan ini dirancang sebagai program pelatihan dan sertifikasi nasional berbasis kompetensi yang bertujuan membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis di bidang digital marketing berbasis kecerdasan buatan. Program ini juga menjadi bagian dari upaya menjembatani kebutuhan dunia industri dengan dunia akademik.
Pelatihan ini bersifat wajib dan gratis bagi seluruh mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2023, dengan tujuan memastikan seluruh lulusan memiliki standar kompetensi yang relevan dan diakui secara nasional.
Kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai 4–6 Mei 2026 untuk sesi pembukaan dan pelatihan, serta dilanjutkan dengan uji kompetensi pada 7 Mei 2026.
Pada hari pertama, kegiatan dilaksanakan secara offline di Aula Blok A Lt 4, sementara hari kedua dan ketiga dilakukan secara online. Adapun uji kompetensi dilaksanakan secara daring sebagai tahap akhir penilaian kemampuan peserta.
Selain itu, peserta juga memperoleh Sertifikat BNSP Nasional yang menjadi bukti kompetensi profesional serta memiliki nilai tambah signifikan dalam pengembangan karier di bidang digital.

Dekan FISIP UNAS, Dr. Aos Yuli Firdaus, S.IP., M.Si.
Dalam sambutannya, Dekan FISIP UNAS, Dr. Aos Yuli Firdaus, S.IP., M.Si., menekankan benar-benar memanfaatkan kesempatan ini. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar formalitas, melainkan ruang belajar yang harus dimaksimalkan agar mahasiswa memperoleh manfaat nyata dari materi yang disampaikan.
Aos juga menyoroti pesatnya perkembangan teknologi, khususnya dalam bidang komunikasi dan pemasaran. Ia menyampaikan bahwa dunia saat ini telah berubah secara signifikan karena kehadiran kecerdasan buatan yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, menurutnya, kesiapan menghadapi perkembangan teknologi menjadi hal yang tidak bisa dihindari oleh mahasiswa.
Dekan juga mengapresiasi kolaborasi antara pihak kampus dengan asosiasi terkait sebagai bentuk nyata sinergi antara dunia pendidikan dan industri. Ia menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk menjembatani kebutuhan kompetensi mahasiswa dengan tuntutan dunia kerja.
Selain itu, ia menekankan nilai penting sertifikasi BNSP bagi mahasiswa. “Ini adalah nilai plus yang akan kalian dapatkan ketika nanti beraktivitas di dunia kerja,” ujarnya.
Ia melanjutkan bahwa sertifikat berlogo Garuda dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi memiliki nilai strategis dalam meningkatkan daya saing lulusan, baik dalam SKPI maupun di dunia profesional.
Menutup sambutannya, ia mengajak mahasiswa untuk aktif bertanya dan menggali ilmu dari para narasumber yang kompeten, serta menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.
Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Swastiningsih, S.E., M.Si., dalam laporan acaranya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menghadapi era digitalisasi yang menuntut penguasaan kompetensi di bidang kecerdasan buatan. “Kompetensi di bidang artificial intelligence ini menjadi krusial, khususnya dalam implementasi digital marketing,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang sebagai pembekalan teknis bagi mahasiswa yang akan segera menyelesaikan studi, sehingga mereka tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri.
Ketua Program Studi menegaskan bahwa sertifikasi yang diperoleh bersifat resmi dari BNSP dan menjadi bukti kompetensi mahasiswa. Sertifikasi ini juga merupakan salah satu syarat kelulusan sidang skripsi, sehingga wajib diikuti oleh mahasiswa.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi tidak hanya dituntut memiliki kemampuan berbicara dan menulis, tetapi juga harus mampu memanfaatkan teknologi, khususnya AI, dalam strategi komunikasi dan pemasaran.
Menutup sambutannya, ia memberikan semangat kepada seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan hingga tahap uji kompetensi dengan sungguh-sungguh, serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan diikuti secara lengkap.
Kegiatan Pelatihan & Sertifikasi Nasional BNSP AI Digital Marketing ini menjadi salah satu langkah strategis Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UNAS dalam meningkatkan kualitas lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional yang diakui secara nasional. (*Dimas Wijaksono)
Bagikan :


