Seminar Internasional FTS, Ajak Peserta Pahami Konsep Internet of Thing Pada Sektor Medis

Agung Iswandi menegasakan bahwa  Internet of Thing (IoT) adalah sebuah konsep dimana suatu objek yang memiliki kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi manusia ke manusia atau manusia ke komputer. IoT telah berkembang dari konvergensi teknologi nirkabel, micro-electromechanical systems (MEMS), dan Internet.

JAKARTA ( UNAS) – Ketika kita berbicara tentang teknologi saat ini pastilah tidak terlepas dari peran internet yang sampai dengan detik ini telah menjelma menjadi sebuah kebutuhan bagi seluruh warga di dunia. Hampir semua sudut dari kehidupan kita ini tidak lepas dari sentuhan internet sebagai tulang punggung bagi suksesnya pencapaian sebuah pesan maupun kemudahan didalam mengakses seluruh informasi yang dibutuhkan, sebut saja  perdagangan, pendidikan, pariwisata  serta kesehatan adalah sektor – sektor yang memang selama ini kerap menjadikan teknologi internet sebagai media untuk memudahkan proses publikasi mereka.

Sejarah mencatat  masuknya internet ke Indonesia di awal tahun 90an tak lepas dari peran serta para akademisi. Mereka kala itu yang tergabung dalam  Himpunan Mahasiswa Elektro Indonesia  terus mendedikasikan karya – karya mereka untuk kemajuan teknologi saat itu. Hal ini seperti yang termuat dalam  beberapa artikel pendek di Majalah Elektron Himpunan Mahasiswa Elektro ITB  yang terbit di 1989.

Sejurus dengan itu tepatnya Sabtu ( 25/11), bertempat di Aula Blok I lantai IV Universitas Nasional, Fakultas Teknik dan Sains ( FTS) menyelenggarakan Seminar Internasional bertajuk Current Trend IoT and Its Application in Medical World”. Seminar yang dihadiri oleh  ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa FTS UNAS, Universitas Pancasila, Universitas KrisnaDwipayana serta beberapa undangan Siswa-siswi SMA  yang berlokasi di sekitar UNAS.

Para pembicara yang hadir dalam diseminasi kali ini adalah Prof. Dr . Mohd Khanapi Abd Ghani ( Universiti Teknikal Malaysia Melaka )  serta  Dr. Muhammad Haikal Satria ( Universiti Teknologi Malaysia ).  Seperti diketahui FTS UNAS sendiri telah terlebih dahulu mengadakan kerjasama dengan beberapa universitas di Malaysia baik dalam bentuk penelitian maupun  program belajar bersama secara bertahap.  Sementara itu mewakili pihak Universitas Nasional Agung Iswandi Msc, selaku dosen dari Fakultas Teknik dan Sains turut pula memberikan presentasinya pada kegiatan kali ini.

Dalam pemaparannya Agung menjelaskan bagaimana peranan dari internet saat ini yang begitu penting. Internet saat ini ujarnya, sudah bukan lagi merupakan sebuah teknologi biasa melainkan ia sudah bermetamorfosis menjadi sebuah era baru dimana semua benda-  benda  rumah tangga yang kita miliki saat ini bisa terkoneksi oleh internet. Dengan internet pula  pertumbuhan dari E-Commerce  begitu pesat dari tahun ke tahun sebut saja, Facebook, GoJek, Traveloka dll Mereka adalah perusahaan Start Up yang bernilai triliunan rupiah, maka tak heran  jika Jack Ma  yang merupakan orang terkaya nomer  satu di China sampai mengatakan bahwa “ Selamat Tinggal Teknologi Informasi, Selamat Datang Teknologi Big Data” .

Menurut Agung saat ini  dengan memiliki semua data dari masyarakat diseluruh dunia facebook telah berhasil mengumpulkan pundi – pundi dollar dengan cara yang sangat efektif dan efisien dimana pada awalnya ia tidak harus memikirkan untuk membuat gedung serta perusahaan yang besar terlebih dahulu  untuk dapat membuat facebook merajai dunia. Ia hanya perlu membangun pondasi berdasarkan basis data yag dimiliki oleh masyarakat seluruh dunia maka secara otomatis ia telah mengantongi semua rahasia yang selama ini tidak dapat diakses oleh semua orang. Dengan basis data itulah kemudian setiap detik bermunculan berbagai macam perusahaan yang menginginkan usaha mereka untuk dipajang pada halaman facebook mereka.

“ Inilah pentingnya kita memahami konsep dari internet of thing. Para mahasiswa yang tergabung dalam Fakultas Teknik dan Sains saat ini haruslah terus berinovasi untuk menciptakan sebuah produk yang dapat bermanfaat bagi masyarakat banyak. Hari ini kita membahas tentang bagaimana sistem IoT dapat diimplemetasikan disemua bidang seperti kesehatan/ medis  contohnya, penggunaan RFID dan NFC tag yang dipasang pada perangkat medis utnuk memudahkan pengelolaan dan maintenance alat. Cukup dengan scann maka informasi tentang alat tersebut muncul, pemasangan sensor detak jantung dan sensor yang lain pada pasien yang terhubung ke ruang pusat kontrol untuk memonitor keadaan pasien secara otomatis dan memberikan peringatan jika terjadi hal buruk,sistem pembayaran rumah sakit dll”,  tutup Agung Aula UNAS.

Dengan ilmu dan pengalaman yang didapat  dari para narasumber kali ini, memberikan kesan yang begitu mendalam  bagi para peserta salah satunya adalah  Dwi Kusuma Wardhani mahasiswi jurusan Teknik Elektro UNAS ini mengaku begitu senang sekali  dengan pemaparan dan presentasi – presentasi yang diberikan oleh para mentor internasional tersebut. Hal ini tandasnya, menjadi sebuah motivasi yang sangat besar untuk terus berinovasi dalam hal teknologi.  Didalam seminar inipun ia baru mengetahui bahwa ternyata penggunaan internet yang baik dan bijak ternyata dapat meningkatkan kecerdasan dan kesejahteraan kita,  sebab bukan tidak mungkin suatu saat nanti akan lahir sebuah perusaan startup hasil karya anak FTS UNAS yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia serta dapat membanggakan Universitas kita ini seperti Gojek dan Buka Lapak, imbuhnya.

“ Perkembangan teknologi internet kedepan sudah merambah pada jaringan 5G dan 6G maka dari itu hendaklah kita dapat selalu mengikuti arah dari trend telekomunikasi yang begitu cepat sehingga kita sebagai mahasiswa FTS tidak ketinggalan informasi dengan yang lain. Oleh karena itu janganlah pernah bosan untuk mencari ilmu baik lewat seminar maupun di kelas serta tak lupa untuk selalu mempraktekan smua teori yang telah kita dapat”, ujar Dwi.