Sambut Semester Genap 2025/2026, UNAS Matangkan Persiapan Perkuliahan

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars UNAS. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dan arahan Rektor UNAS Dr. El Amry Bermawi Putera, M.A. terkait berbagai kebijakan strategis dalam penyelenggaraan perkuliahan semester genap.

Rektor Tekankan Peningkatan Kualitas Layanan Akademik

Dalam sambutannya, Rektor UNAS menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pimpinan dan peserta rapat yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti pertemuan penting tersebut. Ia menegaskan bahwa rapat ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat koordinasi dalam rangka meningkatkan kualitas proses pembelajaran di lingkungan universitas.

Rektor menyoroti bahwa dalam beberapa tahun terakhir terdapat dinamika terkait jumlah mahasiswa yang perlu menjadi perhatian bersama. Ia menjelaskan bahwa universitas harus mampu membaca berbagai tantangan yang muncul, termasuk faktor pelayanan akademik dan kualitas fasilitas yang dirasakan mahasiswa.

“Kualitas pelayanan menjadi faktor penting dalam mempertahankan dan meningkatkan kepercayaan mahasiswa terhadap institusi. Pelayanan akademik harus dilakukan secara maksimal dan penuh tanggung jawab oleh seluruh unsur di lingkungan universitas,” ujar El Amry.

Ia juga menyinggung beberapa aspek teknis yang masih perlu diperbaiki, seperti kualitas jaringan internet di lingkungan kampus yang dinilai belum optimal dalam mendukung kegiatan akademik berbasis digital. Rektor menjelaskan bahwa meskipun secara kapasitas jaringan dinilai cukup untuk melayani ribuan mahasiswa, dalam praktiknya masih ditemukan kendala dalam akses pembelajaran daring dan penggunaan platform digital.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung kegiatan pembelajaran. Menurutnya, fasilitas yang memadai akan sangat berpengaruh terhadap kenyamanan mahasiswa dalam menjalani proses belajar di kampus.

Rektor juga menekankan pentingnya disiplin akademik dalam pelaksanaan perkuliahan. Ia mengingatkan agar kesesuaian antara bidang keahlian dosen dengan mata kuliah yang diajarkan benar-benar diperhatikan, serta pemanfaatan sistem aplikasi akademik dilakukan secara optimal untuk memastikan proses pembelajaran berjalan tertib dan terukur.

“Proses pembelajaran harus menjadi momentum untuk memastikan kegiatan akademik berjalan lebih disiplin, teratur, dan berkualitas,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa universitas telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas sistem akademik, termasuk melalui pengembangan sistem berbasis digital, penguatan kurikulum, serta peningkatan fasilitas pembelajaran di lingkungan kampus.

Rektor juga meminta pimpinan fakultas untuk terus memperkuat kualitas program studi, meningkatkan mutu kurikulum, serta mengembangkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk industri dan lembaga riset. Hal ini dinilai penting untuk memperkuat relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya strategi peningkatan jumlah mahasiswa baru. Menurutnya, keberlanjutan operasional universitas juga sangat bergantung pada keberhasilan institusi dalam menarik minat calon mahasiswa melalui pelayanan yang baik, reputasi akademik, serta citra positif di masyarakat.

Ia menegaskan bahwa kepuasan mahasiswa akan menjadi faktor utama dalam membangun reputasi universitas. Mahasiswa yang merasakan pengalaman belajar yang baik akan menjadi agen promosi yang efektif bagi kampus di lingkungan masyarakat.

Rektor juga mengajak seluruh civitas akademika untuk memanfaatkan berbagai media komunikasi dan platform digital dalam memperkuat promosi universitas, termasuk melalui media sosial dan berbagai kegiatan akademik yang mampu meningkatkan visibilitas institusi.

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh unsur pimpinan dan tenaga akademik untuk bekerja secara kompak dan berkomitmen dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Universitas Nasional. “Dengan kerja keras dan kekompakan kita bersama, saya berharap kualitas layanan dan jumlah mahasiswa Universitas Nasional dapat terus meningkat,” pungkasnya.

Usai sambutan dan arahan dari Rektor UNAS, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi, untuk memberikan kepada pimpinan Fakultas, kepala biro, pimpinan fakultas, serta unit kerja terkait untuk mengungkapkan pertanyaan serta masukkannya. Setelah sesi diskusi, dilanjutkan dengan paparan dan arahan dari para Wakil Rektor.

Para Wakil Rektor menyampaikan laporan serta arahan terkait kebijakan dan dukungan institusi dalam pelaksanaan perkuliahan semester genap tahun akademik 2025/2026. Laporan tersebut mencakup berbagai aspek, antara lain bidang akademik, kemahasiswaan, serta penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Wakil Rektor Bidang Akademik Paparkan Kebijakan dan Evaluasi Pembelajaran

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof. Dr. Erna Ermawati Chotim, M.Si., memaparkan berbagai kebijakan serta evaluasi terkait penyelenggaraan perkuliahan.

Dalam paparannya, Prof. Erna menjelaskan bahwa rapat persiapan perkuliahan ini merupakan bagian dari upaya universitas untuk memastikan seluruh kebijakan akademik tersosialisasi dengan baik kepada pimpinan fakultas dan program studi. Menurutnya, koordinasi seperti ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman atau perbedaan persepsi dalam pelaksanaan kebijakan akademik di lingkungan universitas.

Ia menyampaikan bahwa berbagai upaya perbaikan telah dilakukan sejak semester sebelumnya, termasuk penyempurnaan kurikulum, penguatan administrasi akademik, serta pengembangan sistem aplikasi pendukung pembelajaran. Beberapa proses tersebut, menurutnya, membutuhkan kerja sama dan komitmen bersama dari seluruh unsur akademik.

Prof. Erna juga menekankan pentingnya penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) oleh dosen sebagai bagian dari kewajiban akademik. Ia menjelaskan bahwa RPS harus disusun dan diunggah ke dalam sistem aplikasi yang telah disediakan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara terstruktur dan terukur.

“Penyusunan RPS merupakan kewajiban dosen pengampu mata kuliah dan harus diinput ke dalam sistem akademik agar pelaksanaan pembelajaran dapat dimonitor dengan baik,” jelasnya.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa universitas juga sedang melakukan evaluasi terhadap beberapa mata kuliah wajib universitas guna memastikan relevansi materi pembelajaran dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan mahasiswa. Salah satu usulan yang sedang dikaji adalah penguatan mata kuliah yang berkaitan dengan filsafat kebudayaan sebagai bagian dari pengembangan kurikulum universitas.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Erna juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pelayanan akademik sebagai faktor utama dalam mempertahankan mahasiswa hingga lulus. Ia menegaskan bahwa pelayanan yang baik harus menjadi prioritas bersama seluruh unit kerja di lingkungan universitas.

Ia juga menjelaskan bahwa universitas menerapkan kebijakan metode pembelajaran 70 persen tatap muka dan 30 persen daring. Kebijakan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi dan survei terhadap mahasiswa yang menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa masih membutuhkan pembelajaran tatap muka, namun tetap memerlukan fleksibilitas melalui pembelajaran daring.

Selain itu, ia menekankan pentingnya monitoring terhadap distribusi beban kerja dosen melalui sistem akademik agar pembagian tugas mengajar, membimbing, dan menguji dapat dilakukan secara lebih proporsional.

Prof. Erna juga mendorong pengembangan metode pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang memungkinkan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam kegiatan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, pendekatan tersebut dapat memperkaya pengalaman belajar mahasiswa sekaligus meningkatkan produktivitas riset di lingkungan universitas.

Menutup paparannya, ia mengajak seluruh pimpinan fakultas dan program studi untuk terus meningkatkan kualitas layanan akademik serta memperkuat reputasi institusi melalui kinerja pendidikan yang berkualitas.

“Kita harus bersama-sama memperbaiki layanan kepada mahasiswa sehingga mereka yang sudah memilih Universitas Nasional dapat bertahan hingga lulus dan bahkan merekomendasikan kampus ini kepada calon mahasiswa lainnya,” ujarnya.

Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Keuangan, dan SDM Paparkan Dukungan Administratif dan Keuangan

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Keuangan, dan SDM, Prof. Dr. Suryono Efendi, S.E., M.B.A., M.M., menyampaikan paparan mengenai dukungan administratif, kondisi keuangan universitas, serta pengelolaan sumber daya manusia dalam mendukung penyelenggaraan perkuliahan.

Dalam paparannya, Prof. Suryono menjelaskan bahwa jumlah dosen tetap Universitas Nasional saat ini mencapai sekitar 372 orang, yang secara rasio dinilai masih memadai untuk melayani jumlah mahasiswa yang ada. Ia menjelaskan bahwa jika dibandingkan dengan jumlah mahasiswa saat ini, rasio dosen dan mahasiswa masih berada dalam batas yang cukup ideal untuk mendukung proses pembelajaran.

Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa jumlah mahasiswa yang fluktuatif akan berdampak langsung terhadap kondisi keuangan universitas. Hal ini karena sebagian besar pendapatan universitas masih bergantung pada penerimaan dari mahasiswa.

Menurutnya, operasional universitas memerlukan pembiayaan yang cukup besar setiap semester untuk berbagai kebutuhan, mulai dari gaji pegawai, operasional kampus, hingga pemeliharaan fasilitas pendidikan. Oleh karena itu, peningkatan jumlah mahasiswa menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlanjutan operasional universitas.

“Penurunan jumlah mahasiswa tentu berdampak pada pemasukan universitas, karena sebagian besar pendapatan kita berasal dari mahasiswa,” jelasnya.

Prof. Suryono juga menjelaskan bahwa universitas tengah melakukan berbagai langkah efisiensi dan penataan organisasi guna meningkatkan efektivitas pelayanan administrasi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah integrasi beberapa unit kerja yang memiliki fungsi serupa guna memperkuat koordinasi dan meningkatkan kualitas layanan kepada mahasiswa.

Selain itu, universitas juga tengah melakukan integrasi beberapa fakultas yang memiliki bidang keilmuan serupa sebagai bagian dari strategi efisiensi penggunaan fasilitas, laboratorium, dan ruang pembelajaran. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pemanfaatan sumber daya serta memperkuat kolaborasi akademik antarbidang keilmuan.

Di bidang fasilitas, Prof. Suryono menyampaikan bahwa universitas terus melakukan berbagai perbaikan sarana dan prasarana pembelajaran. Beberapa rencana perbaikan yang sedang dilakukan antara lain renovasi area basement di sejumlah blok gedung, peningkatan fasilitas laboratorium, serta perbaikan ruang belajar guna meningkatkan kenyamanan mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan.

Ia juga menjelaskan bahwa universitas tetap berupaya menjaga keseimbangan antara pengembangan fasilitas pendidikan dengan kemampuan keuangan institusi. Oleh karena itu, berbagai kebijakan pengelolaan anggaran dilakukan secara hati-hati agar kebutuhan operasional universitas tetap dapat terpenuhi.

Menutup paparannya, Prof. Suryono mengajak seluruh pimpinan fakultas dan unit kerja untuk bersama-sama berperan aktif dalam meningkatkan jumlah mahasiswa serta memperkuat kinerja institusi.

“Peningkatan jumlah mahasiswa bukan hanya tanggung jawab satu unit, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama sebagai bagian dari Universitas Nasional,” ujarnya.

Penguatan Kualitas Riset dan Kerja Sama

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama, Prof. Dr. Ernawati Sinaga, M.S., Apt., dalam paparannya menekankan pentingnya peningkatan kualitas akademik sebagai fondasi utama dalam memperkuat reputasi universitas.

Ia menyampaikan bahwa berbagai upaya peningkatan jumlah mahasiswa memang dapat dilakukan melalui berbagai strategi promosi, termasuk pemanfaatan media sosial. Namun menurutnya, promosi tidak akan memberikan dampak signifikan apabila kualitas pendidikan yang ditawarkan tidak mampu memenuhi harapan masyarakat.

Menurut Prof. Ernawati, kualitas institusi harus menjadi prioritas utama dalam pengembangan universitas. Ia menegaskan bahwa Universitas Nasional harus dikenal sebagai perguruan tinggi yang memiliki kualitas akademik yang kuat, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

“Kualitas harus menjadi prioritas utama. Jika kualitas kita baik, maka masyarakat akan datang dengan sendirinya karena mengetahui reputasi universitas,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat posisi universitas sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

Selain itu, kerja sama dengan berbagai institusi, baik di tingkat nasional maupun internasional, juga perlu terus diperluas guna meningkatkan peluang kolaborasi penelitian, pertukaran akademik, serta pengembangan inovasi.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua sesi. Untuk sesi kedua diisi dengan penjelasan teknis mengenai pelaksanaan perkuliahan yang disampaikan oleh unit-unit terkait di lingkungan universitas. Penjelasan tersebut mencakup kesiapan sistem akademik, dukungan teknologi informasi, serta koordinasi operasional guna memastikan seluruh proses pembelajaran berjalan efektif dan terintegrasi.

Melalui rapat persiapan ini, UNAS menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Koordinasi yang dilakukan secara komprehensif diharapkan dapat memastikan seluruh perangkat akademik dan administratif siap mendukung proses pembelajaran pada semester genap tahun akademik 2025/2026.

Selain menjadi forum koordinasi, rapat ini juga menjadi wadah strategis bagi pimpinan universitas dan unit kerja untuk menyamakan persepsi, menyampaikan masukan, serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam menghadapi dinamika penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Dengan adanya persiapan yang matang melalui rapat ini, UNAS optimistis pelaksanaan perkuliahan pada semester genap tahun akademik 2025/2026 dapat berjalan dengan baik, efektif, serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan akademik di lingkungan universitas. (*Dimas Wijaksono)

Bagikan :

Info Mahasiswa

Related Post

Perlukan Isu Pertanian Bagian dari Media?
Calon Wisudawan/i FTS Diharapkan Memiliki Pribadi Yang Bertanggung Jawab, Profesional dan Integritas Yang Tinggi
FTKI Kirim Delegasi ke UCSI dan UM : Perkuat Kerjasama Internasional
UNAS Gelar Halalbihalal 1447 H, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Sivitas Akademika
UNAS Bahas Isu Inses dan Pelecehan Seksual dalam Seminar Bersama Psikolog
Kementan dan UNAS Lakukan Kerjasama Kembangkan Kampung Hortikultura Ramah Lingkungan

Kategori Artikel

Berita Terbaru

Jadwal pelaksanaan PLBA T.A 2025/2026

Hari : RABU

SESI : 1

Tanggal : 24 September 2025

Pukul : 07.00 – 12.00 WIB

Auditorium Universitas Nasional

FAKULTAS

  1. FISIP
  2. FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA
  3. FAKULTAS TEKNIK DAN SAINS
  4. FAKULTAS TEKNOLOGI  KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

SESI : 2

Pukul : 13.00 – 16.00 WIB

Tempat : Auditorium Universitas Nasional

FAKULTAS

  1. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
  2. FAKULTAS HUKUM
  3. FAKULTAS ILMU KESEHATAN
  4. FAKULTAS BIOLOGI DAN PERTANIAN

Tempat : Auditorium Universitas Nasional

Hari : Kamis

Tanggal 25 September 2025

Pukul : 07.00 – 16.00 WIB

  1. FISIP
  2. FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA
  3. FAKULTAS TEKNIK DAN SAINS
  4. FAKULTAS TEKNOLOGI  KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
  5. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
  6. FAKULTAS HUKUM
  7. FAKULTAS ILMU KESEHATAN
  8. FAKULTAS BIOLOGI DAN PERTANIAN

Tempat : Auditorium Universitas Nasional