Pusat Inkubator Wirausaha Mandiri UNAS Ajak Mahasiswa Berbisnis di Era Milenial

JAKARTA – Dewasa ini, bisnis kreatif banyak digandrungi oleh gen milenial. Ide bisnis tersebut mengedepankan inovasi dan pembaruan yang selalu mengikuti tren perkembangan jaman. Munculnya generasi milenial tersebut membuat pelaku usaha untuk terus berpikir menciptakan ide bisnis yang kreatif karena adanya generasi milenial yang cenderung dinamis.

Melalui kegiatan Kopdar, Seminar, dan Bazzar 1001 Ide Bisnis Bersama Milenial, Pusat Inkubator Wirausaha Mandiri Universitas Nasional (UNAS) memberikan solusi agar memiliki bisnis yang sukses di era milenial kepada mahasiswa UNAS. Kegiatan itu digelar pada Sabtu (20/10) di Ruang Seminar Selasar Lantai III UNAS.

Kegiatan ini menampilkan pembicara yang kredibel dan berpengalaman dalam bidang bisnis, Iwan Agustian.  Dalam penjelasannya, Iwan mengatakan jumlah penduduk Indonesia 50% nya berasal dari generasi milenial. Oleh karena itu, menciptakan bisnis yang dengan target pasar kaum milenial akan menghasilkan peluang yang lebih besar.

“Sebelum kita memulai bisnis, kita harus menentukan dulu target pasarnya. Untuk saat ini, tren market yang sedang booming adalah generasi milenial yang instagramable. Jadi kalau memutuskan membuka bisnis yang dekat dan berbau milenial, kemungkinan akan dapat animo yang besar,” ujar Iwan yang juga Produsen DBD Powder itu.

Ia menambahkan, selain mengutamakan keunikan dan inovasi, ide bisnis juga harus melihat kebutuhan yang sedang berkembang di pasar. Menurutnya, menjual sesuatu yang unik dan menjadi kebutuhan banyak orang akan lebih menguntungkan dibandingkan dengan melihat aspek uniknya saja.

“Yang namanya orang butuh pasti akan laku. Tapi kalau kita buat produk yang hanya sekadar coba-coba saja yang penting unik dan nggak dibutuhkan, percuma saja nggak akan laku di masyarakat. Tujuan berbisnis selain untuk belajar juga untuk mendapatkan untung, bukan hanya penghargaan uniknya saja,” imbuhnya.

Selain itu, lanjutnya, generasi milenial merupakan generasi yang gadget addict dan dekat dengan sosial media. Oleh karena itu, pilihan untuk bisnis berbasis online merupakan langkah yang baik dan akan tetap eksis untuk kedepannya. Tak hanya itu, bisnis online juga dapat menjadi jembatan pemasaran yang murah, fleksibel, dan terjangkau.

Dalam akhir presentasinya, pebisnis Semerbak Coffee itu menuturkan, menjadi usaha merupakan langkah yang mudah asal memiliki niat yang kuat. “Menjadi usaha itu bukan dari keturunan dan bukan pula dari bakat. Jadi kalau ingin jadi pengusaha maka ubah pola hidup jadi pengusaha. Bergaul lah dengan pengusaha dan garap banyak ilmu juga pengalaman mereka. Dengan begitu akan mengubah mindset kita tentang pengusaha,” tuturnya. Tak hanya itu, pria asal Bandung itu juga menganjurkan kepada mahasiswa untuk banyak menggali informasi baik di majalah maupun internet mengenai kiat-kiat menjadi pengusaha yang dapat menambah wawasan diri.(*NIS)