Jakarta (UNAS) – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Nasional (UNAS) menyelenggarakan Prosesi Ucap Janji Kepaniteraan bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Ners dan Program Studi Pendidikan Profesi Bidan pada Jumat, 10 April 2026, di Aula UNAS. Kegiatan ini menjadi tahap awal bagi mahasiswa sebelum menjalani praktik di fasilitas pelayanan kesehatan.
Sekretaris Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Ns. Aisyiyah, M.Kep., Sp.Kep., M.Kom., menyampaikan bahwa pada tahun akademik 2025/2026 jumlah pendaftar mencapai 112 orang. Setelah melalui proses asesmen, sebanyak 72 mahasiswa dinyatakan lolos dan mengikuti prosesi kepaniteraan ners.
Ia menjelaskan bahwa mahasiswa akan mengikuti berbagai pengayaan, seperti pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) serta praktik di fasilitas kesehatan, seperti puskesmas, rumah sakit, dan PKJM, dengan rasio pembimbingan sekitar 1:5 hingga 1:8.
“Kami berharap mahasiswa dapat menjalani seluruh proses ini dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Bidan, Jenny Anna Siauta, S.ST., M.Keb., menyampaikan bahwa jumlah pendaftar mencapai 58 orang, dengan 40 mahasiswa yang dinyatakan lolos seleksi. Mahasiswa selanjutnya akan melaksanakan praktik di berbagai fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit, puskesmas, dan praktik mandiri bidan.
Dekan FIKES UNAS, Prof. Dr. Dra. Retno Widowati, M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater. Ia mengingatkan bahwa mahasiswa yang mengikuti prosesi ini merupakan calon tenaga kesehatan profesional.
“Bawalah nama baik almamater di mana pun berada. Jadilah ners dan bidan yang profesional, bangun komunikasi yang baik, sehingga dapat menunjang keberhasilan, termasuk kelulusan uji kompetensi,” pesannya.
Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jakarta Selatan, Ns. Iwan, S.Kep., menegaskan bahwa profesi kesehatan menuntut kesiapan tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga keterampilan praktik.
“Profesi ini bersentuhan langsung dengan pasien. Oleh karena itu, kompetensi menjadi dasar agar calon ners dan bidan mampu bersaing secara profesional,” jelasnya.
Senada dengan itu, Ketua Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi DKI Jakarta, Udur Diana Tumanggor, S.ST., M.Keb., menegaskan bahwa ucap janji kepaniteraan merupakan komitmen moral yang harus dijaga sepanjang karier.
“Janji yang diucapkan hari ini menjadi landasan dalam menjaga etika dan profesionalisme. Baik bidan maupun ners harus berpegang pada kode etik sebagai fondasi dalam menjaga kehormatan profesi,” ungkapnya.
Melalui prosesi ini, mahasiswa FIKES UNAS diharapkan semakin siap menghadapi dunia praktik dengan menjunjung tinggi kompetensi, etika, dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. (TIN)





