Program ‘Isi Piringku’ Hantarkan Beriana jadi Bidan Inspiratif di Kabupaten Tangerang

Penghargaan bidan berprestasi tersebut diberikan dalam program Bidan Inspiratif 2021, yang dilaksanakan selama enam bulan oleh Kimia Farma dalam rangka membangun inovasi pencegahan stunting kepada kelompok 1000 hari pertama kehidupan.

 Jakarta (Unas) – Beriana, STr. Keb, alumni D4 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Nasional (Unas) raih prestasi sebagai bidan inspiratif di Kabupaten Tangerang. Ia memberikan sosialisasi kepada masyarakat Desa Rancagong, Kabupaten Tangerang melalui program ‘Isi Piringku untuk Ibu Hamil Resti (Resiko Tinggi) dengan Strategi Budikdamber dalam Menjaga 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) di Masa Pandemi’.

Penghargaan bidan berprestasi tersebut diberikan oleh Kimia Farma dalam rangka membangun inovasi pencegahan stunting kepada kelompok 1000 hari pertama kehidupan. Beriana mengatakan, 1000 hari pertama kehidupan merupakan periode emas bagi tumbuh kembang anak, sementara bidan merupakan tenaga kesehatan yang berperan penting dalam menurunkan angka stunting terhadap bayi atau balita di tanah air.

“Alhamdulillah rasanya berysukur dan bangga terpilih menjadi salah satu bidan inspiratif di Kabupaten Tangerang. Program ini  juga sangat penting apalagi untuk mendukung kegiatan 1000 pertama kehidupan di masa pandemi, mengingat stunting dapat mempengaruhi kualitas dan produktifitas seseorang dalam jangka panjang bagi bayi atau balita baru lahir,” ujarnya.

General Affair & Human Capital Director Kimia Farma, Dharma Syahputra mengatakan, penghargaan bidan berprestasi tersebut dilakukan guna memberikan motivasi dan semangat kepada para bidan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami berharap bidan juga bisa memberikan inovasi terhadap metode pelayanannya, sehingga dapat menginspirasi bidan lain dengan kegiatan-kegiatan yang positif,” tuturnya dalam kegiatan pengumuman pemenang Bidan Inspiratif 2021 PT. Kimia Farma Tbk, yang menggandeng Human Initiative.

Beriana, STr. Keb

Tentang Program Isi Piringku

Selama mengabdi 12 tahun di Puskesmas Legok, Desa Rancagong, Kabupaten Tangerang, Beriana mengatakan, banyak ibu hamil yang mengalami anemia dan hipertensi. Hal ini akan mempengaruhi 1000 hari pertama kehidupan jika tak segera ditangani, dan menyebabkan masalah bagi ibu hamil.

“Ibu hamil yang mengalami anemia dan hipertensi itu berisiko mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan bagi bayinya selama kehamilan. Pada proses persalinan pun bisa mengalami pendarahan,” tuturnya dalam wawancara bersama Kimia Farma.

Beriana melanjutkan, dampak 1000 hari pertama kehidupan dimulai dari ibu hamil sampai anak usia 2 tahun. Masa ini merupakan periode emas yang apabila masalah ibu hamil tidak tertangani, akan menyebabkan gangguan kecerdasan anak, dan pada jangka panjang anak tersebut akan menjadi stunting atau pendek.

“Melihat hal terserbut saya memiliki ide dengan program Isi Piringku, dimana saya memberikan pelayanan kesehatan mulai dari memeriksa kondisi ibu hamil dan mendeteksi penyakitnya, kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan berupa materi kesehatan kehamilan,” jelasnya.

Selain itu, program ‘Isi Piringku’ ini juga memberikan makanan gizi seimbang kepada  ibu hamil. Beriana bekerja sama dengan petugas gizi Puskesmas Legok dan melakukan konsultasi menu gizi seimbang, sesuai dengan kebutuhan ibu hamil yang mengalami anemia, hipertensi, atau penyakit kronis lainnya.

Guna mendorong ketahanan pangan keluarga di Desa Rancagong, Beriana juga memberikan pelatihan Budikdamber ikan lele kepada ibu hamil. Hasil budidaya tersebut dapat langsung dikonsumsi untuk kehidupan sehari-hari, maupun diperjual belikan untuk kebutuhan pengganti selain ikan.

“Di atas ember tersebut kami juga tanamkan sayur kangkung. Satu paket budikdamber tersebut sekitar 12 pot yang bisa ditanamkann kangkung dan bisa langsung dipanen untuk kebutuhan keluarga,” katanya.

Beriana berharap, ibu hamil Desa Rancagong dapat mengambil manfaat dari Budikdamber yang diberikan, dan dapat terus berkembang hingga menjadi usaha yang bisa bermanfaat di masa pandemi.

Sebelumnya, Program Bidan Inspiratif di launching pada 5 Juli 2020, kemudian pendaftaran pada 25 Juli hingga 31 Agustus 2020. Selanjutnya, pada 21 Oktober 2020 dipilih dari 1.474 menjadi 15 bidan untuk mengimplementasikan programnya pada Desember 2020 hingga Juni 2021. 15 bidan tersebut memperoleh donasi sebesar Rp10 jutaper orang untuk melaksanakan proyek mereka, yang akhirnya diumumkan 5 pemenang dengan 1 bidan dengan kisah inspiratif. (NIS)