Jakarta (UNAS) – Universitas Nasional (UNAS) kembali menorehkan prestasi akademik dengan mengukuhkan Prof. Dr. Sri Desti Purwatiningsih, M.Si., sebagai Guru Besar Bidang Manajemen Komunikasi pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Acara pengukuhan yang berlangsung di Auditorium UNAS pada Selasa (19/8) tersebut menjadi momen penting, di mana Prof. Desti menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Stakeholder dan Tanggung Jawab Sosial Perguruan Tinggi melalui Pengabdian kepada Masyarakat.”
Dalam orasinya, Prof. Desti menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), yang merupakan salah satu pilar utama Tridharma Perguruan Tinggi.

Prof. Dr. Sri Desti Purwatiningsih, M.Si.
“Pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu pilar Tridharma yang memastikan hasil pendidikan dan penelitian dapat memberikan manfaat nyata. Harapan masyarakat mencakup banyak hal, di antaranya solusi atas masalah lokal, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, hingga teknologi tepat guna,” jelasnya.
Lebih lanjut, Prof. Desti memaparkan bahwa dalam menjalankan tanggung jawab sosial, perguruan tinggi harus melibatkan lima pemangku kepentingan utama. Pertama, mahasiswa, yang tidak hanya menjadi penerima manfaat pendidikan, tetapi juga bagian dari proses pengambilan keputusan dan pembangunan melalui program beasiswa. Kedua, dosen dan tenaga kependidikan, yang berperan menjaga mutu pendidikan, penelitian, serta pengabdian, dan perlu didukung lingkungan kerja yang kondusif. Ketiga, dunia kerja dan industri (DUDI) yang membutuhkan lulusan kreatif dan siap kerja, sehingga penting membangun kemitraan strategis melalui magang dan riset bersama. Keempat, masyarakat, yang dapat diberdayakan melalui program pengabdian berupa pelatihan, penyuluhan, hingga pengembangan UMKM. Kelima, pemerintah, yang menjadi mitra strategis dalam penyediaan pendanaan sekaligus mendorong kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional.
Di akhir orasinya, Prof. Desti menekankan pentingnya kolaborasi strategis antar-stakeholder agar perguruan tinggi mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. “Dengan mendapatkan umpan balik dari setiap kelompok pemangku kepentingan, perguruan tinggi dapat menentukan cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan mereka. Kolaborasi strategis ini akan membawa arah baru dalam perencanaan perguruan tinggi menuju kesinambungan dan keberlanjutan,” ungkapnya.
Pengukuhan ini tidak hanya menjadi tonggak pencapaian pribadi Prof. Desti, tetapi juga menambah deretan Guru Besar di Universitas Nasional. Hal ini memperkuat komitmen UNAS dalam melahirkan akademisi unggul yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas pendidikan, serta kemajuan masyarakat luas. (VIN/TIN)
Bagikan :


