Prof. Andini Soroti Peran AI dalam Investasi pada Pengukuhan Guru Besar UNAS

Pada hari pertama, UNAS mengukuhkan tiga Guru Besar, yaitu:

  • Prof. Dr. Ir. Edi Sugiono, S.E., M.M. (Ilmu Manajemen)
  • Prof. Dr. Sylvie Meiliana, M.Hum. (Ilmu Susastra Umum)
  • Prof. Dr. Andini Nurwulandari, S.E., M.M. (Manajemen Keuangan)

Sementara itu, pada hari kedua, tiga Guru Besar lainnya yang dikukuhkan adalah:

  • Prof. Dr. Drs. Adv. Ganjar Razuni, S.H., M.Si. (Ilmu Politik)
  • Prof. Drs. Rusman Ghazali, S.H., M.Si., Ph.D. (Administrasi Pembangunan dan Kebijakan Publik)
  • Prof. Dr. Sri Desti Purwatiningsih, M.Si. (Manajemen Komunikasi)

Ketua Majelis Guru Besar UNAS, Prof. Dr. Umar Basalim, D.E.S., menegaskan bahwa jabatan Guru Besar bukan hanya gelar akademik tertinggi, tetapi juga amanah besar untuk menjaga integritas keilmuan serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Rektor UNAS, Dr. El Amry Bermawi Putera, M.A., menyampaikan bahwa dengan penambahan enam Guru Besar baru, total Guru Besar UNAS kini mencapai 31 orang. “Peningkatan ini semakin menguatkan reputasi UNAS sebagai perguruan tinggi unggul di Indonesia, sekaligus menjadi bukti komitmen kami dalam pengembangan SDM yang profesional, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu Guru Besar yang dikukuhkan, Prof. Dr. Andini Nurwulandari, S.E., M.M., menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Kecerdasan Artifisial dalam Manajemen Investasi.”

Prof. Andini menyoroti bagaimana transformasi digital dan kecerdasan artifisial (AI) telah mengubah paradigma investasi. AI, menurutnya, memungkinkan pengolahan data masif secara cepat dan akurat, membantu memprediksi tren, serta mengurangi bias emosional dalam pengambilan keputusan finansial.

“Era modern menuntut keputusan berbasis data. AI menghadirkan keunggulan melalui kecepatan eksekusi, analitik prediktif, hingga sistem rekomendasi cerdas. Namun, teknologi ini juga membawa tantangan, mulai dari risiko overfitting data, isu transparansi, hingga etika dalam penerapannya,” jelasnya.

Ia menambahkan pentingnya regulasi dan tata kelola yang solid agar penerapan AI di sektor keuangan dapat mendukung stabilitas pasar secara berkelanjutan. Prof. Andini juga menekankan peran akademisi dalam memastikan teknologi digunakan secara adil, transparan, dan bertanggung jawab.

“Harapan besar ke depan adalah AI mampu menghadirkan peluang investasi yang lebih efisien, inovatif, dan inklusif. Namun, keberhasilannya bergantung pada keseimbangan antara teknologi, manajemen risiko, dan etika,” tutupnya.(TIN)

Bagikan :

Info Mahasiswa

Related Post

Pernyataan Sikap Pimpinan UNAS
Perpustakaan UNAS Lakukan Kunjungan Kerja ke Kampus Yogyakarta
Keunggulan FEB UNAS Terbukti, Berhasil Raih 2 Kategori SPMI AWARD 2024
Asesmen Lapangan Akreditasi Program Studi Magister Biologi
Mahasiswa Faperta Membagikan Pengalamannya Selama Magang di Jepang
HIMAJIP UNAS Ajak Masyarakat Bantu Korban Pandemi Covid-19

Kategori Artikel

Berita Terbaru

Jadwal pelaksanaan PLBA T.A 2025/2026

Hari : RABU

SESI : 1

Tanggal : 24 September 2025

Pukul : 07.00 – 12.00 WIB

Auditorium Universitas Nasional

FAKULTAS

  1. FISIP
  2. FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA
  3. FAKULTAS TEKNIK DAN SAINS
  4. FAKULTAS TEKNOLOGI  KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

SESI : 2

Pukul : 13.00 – 16.00 WIB

Tempat : Auditorium Universitas Nasional

FAKULTAS

  1. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
  2. FAKULTAS HUKUM
  3. FAKULTAS ILMU KESEHATAN
  4. FAKULTAS BIOLOGI DAN PERTANIAN

Tempat : Auditorium Universitas Nasional

Hari : Kamis

Tanggal 25 September 2025

Pukul : 07.00 – 16.00 WIB

  1. FISIP
  2. FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA
  3. FAKULTAS TEKNIK DAN SAINS
  4. FAKULTAS TEKNOLOGI  KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
  5. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
  6. FAKULTAS HUKUM
  7. FAKULTAS ILMU KESEHATAN
  8. FAKULTAS BIOLOGI DAN PERTANIAN

Tempat : Auditorium Universitas Nasional