Jakarta (UNAS) – Universitas Nasional (UNAS) melalui Pusat Pengajian Islam (PPI) menerima kunjungan akademik dari Dr. Shaojin Chai, seorang akademisi Muslim asal Cina yang kini aktif di Uni Emirat Arab (UEA), pada Rabu (20/8). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya UNAS memperkuat perannya sebagai wadah dialog Islam global sekaligus membuka peluang kerja sama akademik lintas negara.
Kepala PPI UNAS, Dr. Fachruddin M. Mangunjaya, M.Si., menyambut langsung kedatangan Dr. Chai. Ia menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kolaborasi yang telah dirintis di Dubai. “Dr. Chai adalah sosok kunci yang dapat menjembatani hubungan baik antara komunitas Muslim Cina dan Indonesia,” ujarnya.

Kepala PPI UNAS, Dr. Fachruddin M. Mangunjaya, M.Si.
Dalam diskusi, Dr. Shaojin Chai menekankan pentingnya sinergi antara perusahaan-perusahaan Cina dan budaya lokal Indonesia, termasuk dalam penerapan prinsip ramah lingkungan. Menurutnya, budaya Islam di Indonesia yang menjunjung tinggi kelestarian alam dapat menjadi fondasi bagi pembangunan bisnis yang berkelanjutan.
Selain itu, ia juga membahas peluang kerja sama akademik antara UNAS dan universitas-universitas di Cina. Dr. Chai menyoroti pentingnya penguasaan Bahasa Mandarin sebagai investasi strategis di era global. “Bahasa Mandarin digunakan oleh 1,2 miliar penduduk Cina dan hampir dua miliar manusia di seluruh dunia. Menguasai bahasa ini sangat vital, terutama dalam dunia bisnis dan kerja sama internasional,” jelasnya.
Dr. Shaojin Chai, seorang akademisi Muslim asal Cina yang kini aktif di Uni Emirat Arab (UEA)

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Chai turut berbagi pandangan mengenai dinamika Muslim Cina di tengah perubahan sosial dan modernitas. Ia menegaskan bahwa membangun pemahaman lintas budaya dan menjalin kolaborasi antarbangsa merupakan langkah penting dalam memperkuat kajian Islam kontemporer. Dr. Fachruddin berharap pertemuan ini dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama nyata di masa depan.
Usai berdiskusi di Ruang PPI UNAS, Dr. Shaojin Chai bersama rombongan meninjau sejumlah fasilitas unggulan UNAS. Kunjungan diawali di Auditorium Cyber UNAS, yang menjadi pusat berbagai kegiatan akademik dan nonakademik berskala nasional maupun internasional, kemudian dilanjutkan ke Cyber Library UNAS Pejaten, sebuah perpustakaan modern berbasis digital yang dirancang untuk mendukung pembelajaran dan riset mahasiswa serta dosen. (SAFA)
Bagikan :


