Perkuat Kemampuan dalam Meneliti, FEB UNAS Selenggarakan Workshop Metodologi Penelitian

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Jakarta (UNAS) – Guna meningkatkan dan memperkuat kemampuan dalam meneliti, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nasional (FEB UNAS) berinisiatif menyelenggarakan Workshop dengan tema Metodologi Penelitian secara daring pada Selasa, 16 November 2022. Acara yang dihadiri hingga lebih dari 300 peserta ini menampilkan Prof. Augusty Ferdinand, DBA., sebagai pemberi materi. Workshop Metodologi Penelitian diselenggarakan juga dengan tujuan untuk memperingati Dies Natalis UNAS dan FEB UNAS.

Dekan FEB UNAS, Kumba Digdowiseiso, S.E., M.App.Ec., Ph.D., memberikan sambutan pembuka dalam Workshop Metodologi Penelitian.

Dalam sambutannya, Dekan FEB UNAS, Kumba Digdowiseiso, S.E., M.App.Ec., Ph.D., menyampaikan, bahwa metode penelitian selalu menjadi hal yang begitu penting ketika melakukan riset penelitian. Sementara dalam melakukan sebuah riset penelitian, maka hal yang utama atau fondasinya berasal dari research gap atau celah penelitian.

Menurutnya, setiap ingin menulis sebuah penelitian, maka kita akan selalu bicara tentang apa research gap-nya, atau kontribusi apa yang mau diraih atau dicapai dalam penelitian tersebut. Namun demikian yang perlu disadari, metode penelitian sendiri akan senantiasa berkembang.

“Metode penelitian akan selalu tumbuh, sehingga kita tidak boleh hanya terpaku pada satu dimensi saja”, ujarnya.

Prof. Augusty Ferdinand, DBA., sedang memberikan materinya.

Sementara itu, Prof. Augusty Ferdinand, DBA., sebagai pemberi materi menyampaikan, bahwa ketika ingin melakukan sebuah penelitian, maka kita harus menemukan permasalahannya terlebih dahulu. Adapun masalah yang ditemukan harus berasal dari data, bukan sesuatu yang sifatnya bohong-bohongan. Prof. Augusty lantas menerangkan, bahwa salah satu cara mencari data yang mudah adalah bersumber dari research gap.

“Masalah penelitian harus ditemukan dengan data, kalau tidak ada data namanya hoax. Ketika ada data pun, harus data yang valid”, jelasnya.

Selain itu, Prof. Augusty juga mengingatkan satu hal penting yang selama ini pengajar sering terjebak dalam melakukan sebuah penelitian. Hal tersebut berkaitan dengan masalah dalam penelitian. Menurutnya, sangat keliru jika masalah penelitian dijabarkan dalam bentuk pertanyaan. Prof. Augusty berpendapat bahwa masalah penelitian justru adalah sebuah kalimat berita.

“Masalah penelitian itu adalah pernyataan mengenai ketidakberesan. Problem is a statement of deviation. Saya rasa kita harus bisa berubah, agar anak didik kita bisa berkembang”, terangnya.

Acara Workshop Metodologi Penelitian ini dihadiri hingga total 322 peserta. Selain Dekan FEB, turut hadir Wakil Dekan FEB UNAS, Dr. Rahayu Lestari, S.E., M.M. Adapun moderator dalam Workshop kali ini dipimpin oleh Dr. Hasanudin, S.E., M.M. (Umair)

Berita Terbaru
Chat with Us!