Peringati Hari Keanekaragaman Hayati Dunia, Fakultas Biologi Unas Selenggarakan Belantara Learning Series 3

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Peringati Hari Keanekaragaman Hayati Dunia, Fakultas Biologi Unas Selenggarakan Belantara Learning Series 3

Jakarta – Dalam rangka memperingati hari keanekaragaman hayati dunia, Fakultas Biologi Universitas Nasional (Unas) bersama Belantara Foundation, Prodi Manajemen Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, I-SER FMIPA Universitas Indonesia dan Daemeter Consulting menyelenggarakan Belantara Learning Series 3 dengan tema “Nilai Konservasi Tinggi dan Stok Karbon Tinggi untuk Perlindungan Keanekaragaman Hayati Indonesia”.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Biologi Universitas Nasional Dr. Tatang Mitra Setia, M.Si., mengatakan peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat secara umum untuk menjaga atau melestarikan keanekaragaman hayati. Menurutnya, keanekaragaman hayati merupakan modal utama untuk menopang kehidupan dan kualitas hidup manusia.

Dr. Tatang Mitra Setia, M.Si.
Dr. Tatang Mitra Setia, M.Si.

“Oleh karena itu, sesuai dengan tema keanekaragaman hayati dunia yaitu membangun masa depan bersama untuk kehidupan kita bersama. Maka dari itu, kita menyelamatkan keanekaragaman hayati sama saja dengan menyelamatkan kehidupan manusia juga. Oleh sebab itu, kita perlu bersama-sama memanfaatkannya sehingga pembangunan secara berkelanjutan kedepan itu akan semakin baik lagi,” kata Tatang dalam sambutannya pada Belantara Learning Series 3 melalui aplikasi zoom meeting, Selasa (31/5/2022).

Diakhir sambutannya, Ia berharap melalui belantara learning series 3 ini dapat meningkatkan kemampuan dan menciptakan konsep tentang konservasi untuk keanekaragaman hayati. “Semoga hasil dari kegiatan ini, kita bisa meningkatkan kapasitas secara bersama-sama dan bisa menciptakan konsep-konsep konservasi tinggi untuk perlindungan keanekaragaman hayati khususnya di Indonesia,” ujarnya.

Dolly Priatna
Dolly Priatna

Senada dengan Tatang, Direktur Eksekutif Belantara Foundation Dolly Priatna mengungkapkan melalui belantara learning series 3 ini, diharapkan agar seluruh peserta yang terlibat dapat memperoleh pemahaman mengenai pentingnya nilai konservasi tinggi dan stok karbon tinggi untuk perlindungan keanekaragaman hayati Indonesia.

“Momentum Hari Keanekaragaman Hayati sedunia tahun ini, kami manfaatkan untuk sharing knowledge kepada seluruh stakeholders dan masyarakat luas tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem termasuk pelestarian keanekaragaman hayati, serta hubungannya dengan ekonomi dan pembangunan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Dolly juga menegaskan bahwa upaya untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati bukan hanya tugas pemerintah saja, namun butuh dukungan aktif semua pihak, termasuk sektor swasta dan masyarakat, serta dilakukan dengan pendekatan bentang alam.

Prof. Dr. Endang Sukara
Prof. Dr. Endang Sukara

Kegiatan ini turut menghadirkan para ahli dan pakar serta praktisi lingkungan yaitu Ketua I-SER FMIPA Universitas Indonesia Prof. Jatna Supriatna, Ph.D., Anggota AIPI & Direktur Pusat Studi Etika Lingkungan Universitas Nasional Prof. Dr. Endang Sukara dan Presiden Direktur Daemeter Consulting Aisyah Sileuw, M.Sc.

Anggota AIPI dan Direktur Pusat Studi Etika Lingkungan Universitas Nasional, Prof. Dr. Endang Sukara mengingatkan bahwa keanekaragaman hayati Indonesia sangat unik. Bahkan sebagian besar endemik tidak dijumpai dimanapun kecuali di Indonesia. Ia melanjutkan, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengungkapkan potensi ekonomi keanekaragaman hayati terutama untuk bisnis farmasi multi miliar dolar.

“Oleh karena itu, kita harus betul-betul menyadari pentingnya keanekaragaman hayati tidak hanya melindunginya tetapi yang lebih penting memanfaatkannya dan keuntungan bagi sebesar-besarnya bagi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Kebijakan politik, investasi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dan bioetika harus dijadikan instrumen utuh untuk mengarusutamakan keanekaragaman hayati dalam pembangunan nasional,” paparnya.

Aisyah Sileuw, M.Sc.
Aisyah Sileuw, M.Sc.

Senada dengan hal tersebut, Presiden Direktur Daemeter Consulting Aisyah Sileuw, M.Sc., menyebut bahwa pendekatan nilai konservasi tinggi dan stok karbon tinggi membantu untuk menyeimbangkan antara kegiatan pembangunan dan konservasi yang meliputi keanekaragaman hayati, jasa lingkungan dan juga kebutuhan sosial budaya masyarakat lokal.

“Jika dilakukan secara konsisten, seharusnya tidak ada lagi dikotomi antara pilihan pembangunan dan konservasi karena masing-masing tujuan akan terpenuhi,” tandas Aisyah. (*DMS)

Berita Terbaru
Chat with Us!