Pandangan Dekan FEB UNAS Terkait Penetapan Indonesia Sebagai Presidensi G20

Jakarta (UNAS) – Indonesia telah ditetapkan sebagai Presidensi G-20 yang akan diselenggarakan selama satu tahun mulai dari 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022. Melihat hal ini, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nasional Kumba Digdowiseiso, S.E., M.App.Ec., Ph.D., menilai bahwa penetapan Indonesia sebagai Presidensi G20 akan memberikan manfaat yang besar.

Sebagai pakar ekonomi, Kumba mengatakan setidaknya akan ada tiga manfaat bagi Indonesia di tengah upaya pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19. “ Saya kira ada tiga aspek yang dapat menjadi keuntungan bagi Indonesia, yaitu consumption, investment, dan public economics,” dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (15/9/2021).

Sedikitnya akan ada 150 pertemuan selama setahun, sehingga menurut Kumba hal ini dapat meningkatkan kebutuhan konsumsi dan permintaan tenaga kerja. Dengan meningkatkanya kebutuhan tenaga kerja yang diestimasi sebanyak 35 ribu dari berbagai sektor ini dapat meningkatkan tax ratio. “Ini akan mendongkrak penerimaan pajak terhadap PDB kita, karena ini tax ratio kita masih rendah,” ungkapnya.

Berkesempatan menjadi Presidensi G20, Kumba secara optimis melihat momentum ini untuk mendorong investasi di tanah air, yaitu dengan mengekspose capaian kebijakan pemerintah dalam penangan pandemi Covid-19. “ Tentunya ini akan mendorong confident dari investor global untuk percepatan pemulihan ekonomi. Karena pertumbuhan ekonomi kita bisa mencapai 7,07 persen pada kuartal II 2021 lalu ” tuturnya.

Lebih lanjut, Kumba menilai pertemuan tersebut juga mampu mendorong kolaborasi antar negara dalam mencapai pemulihan pandemi secara global dan menyeluruh. “Seperti yang dikatakan Pak Menko Airlangga juga, vaksinasi harus menjadi global public goods dengan posisi strategis Indonesia saat ini. Karena keberadaan vaksin ini dapat berimplikasi pada aspek pembangunan lainnya seperti global subjective well being dan global objetive well being yang mencakup pemerataan, mengurangi ketimpangan dan kemiskinan,” lengkapnya.

Di lain kesempatan, dalam konfrensi pers virtual pada Selasa (14/09/2021) malam, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto menyatakan Presidensi G20 memberi manfaat bagi Indonesia, baik dari segi ekonomi, pembangunan sosial maupun manfaat dari segi politik.

“ Dari aspek ekonomi beberapa manfaat langsung adalah peningkatan konsumsi domestik yang diperkirakan bisa mencapai Rp1,7 triliun, penambahan PDB hingga Rp 7,47 triliun dan melibatkan tenaga kerja sekitar 33.000 di berbagai sektor dan diharapkan secara agregat ini akna beberapa kali 1,5 sampai 2 kali efek yang dicaai dari pertemuan IMF World Bank 2018 lalu,” ucap Menko Airlangga.

Airlangga menambahkan, acara ini juga menjadi momentum untuk menampilkan keberhasilan reform struktural yang telah dilakukan pemerinah Indonesia selama pandemi Covid-19. Diantaranya dengan UU Cipta Kerja dan dengan Sovereign Wealth Fund. (*ARS)

Sumber :

https://jakarta.tribunnews.com/2021/09/15/presidensi-g20-beri-tiga-manfaat-besar-untuk-indonesia