Jakarta (UNAS) – Suasana penuh haru menyelimuti prosesi Wisuda Universitas Nasional ketika Nova Riandi, salah satu lulusan terbaik Program Sarjana Manajemen, membagikan kisah hidupnya di hadapan para wisudawan. Berasal dari sebuah desa kecil, Nova tumbuh dengan berbagai keterbatasan. Namun, semangatnya untuk belajar tidak pernah surut. Ia berdiri di panggung wisuda sebagai bukti bahwa mimpi dapat diraih oleh siapa saja yang berani bertahan.
Dalam pidatonya, Nova menyampaikan bahwa keberanian tidak selalu berarti tanpa rasa takut. Baginya, keberanian adalah langkah kecil yang tetap diambil meski hati ragu. “Perjalanan ini tidak selalu mudah. Ada hari-hari ketika saya hampir menyerah, tetapi saya percaya bahwa setiap langkah, sekecil apa pun, membawa saya lebih dekat pada tujuan,” ucapnya.
Nova turut mengenang perjalanannya di Universitas Nasional, sebuah tempat yang ia sebut sebagai rumah untuk bertumbuh. Pengalaman berorganisasi di Himpunan Mahasiswa Manajemen (Himajem) dan kebersamaan di UNAS Choir menjadi bagian penting dalam membentuk karakternya. “Setiap suara, sekecil apa pun, punya peran dalam menciptakan harmoni,” katanya sambil mengenang masa-masa latihan paduan suara yang mengajarkannya disiplin, kerja sama, dan ketulusan.
Prestasi Nova di tingkat nasional dan internasional tidak datang dengan mudah. Ia menceritakan malam-malam panjang penuh kelelahan, rasa putus asa yang harus dilawan, dan doa yang tidak pernah berhenti dipanjatkan. Baginya, kemenangan bukan sekadar piala, tetapi tentang keberanian untuk bertahan, bekerja bersama, dan tetap rendah hati.
Di hadapan ratusan wisudawan, ribuan orang tua, dan para anggota Senat Guru Besar UNAS, Nova menegaskan bahwa wisuda bukanlah garis akhir. “Kita memasuki babak baru. Kita akan bersaing dengan lulusan dari berbagai kampus. Di sinilah perjalanan kita untuk berkarya dan membawa nama baik Universitas Nasional benar-benar dimulai,” ujarnya.
Ia juga mengajak para wisudawan untuk tidak takut gagal. “Keberhasilan bukan berarti tidak pernah jatuh, tetapi selalu punya keberanian untuk bangkit dan memulai lagi,” katanya dengan nada yang menyentuh dan menggugah semangat.
Menutup pesannya, Nova menyampaikan terima kasih kepada Rektor, Dekan, Kaprodi, para dosen, serta seluruh pihak yang telah membimbing mahasiswa hingga resmi diwisuda. Ia menutup sambutannya dengan sebuah pantun yang disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin—sebuah momen yang menguatkan bahwa perjuangan, seberapa pun beratnya, selalu layak dijalani. (MAR)
Bagikan :


