Jakarta (UNAS) – Menjelang semester ganjil tahun akademik 2025/2026, Universitas Nasional (UNAS) menggelar rapat persiapan yang dihadiri pimpinan universitas, fakultas, program studi, serta kepala lembaga, badan, biro, dan unit. Pertemuan ini menjadi ajang refleksi sekaligus konsolidasi untuk menghadapi tantangan baru serta memperkuat komitmen UNAS dalam menjaga mutu pendidikan, tata kelola, dan pelayanan kepada mahasiswa.
Dalam sambutannya, Rektor UNAS, Dr. El Amry Bermawi Putera, M.A., menegaskan bahwa perguruan tinggi harus siap menghadapi dua tantangan besar, yaitu faktor eksternal dan internal. Dari sisi eksternal, kebijakan pemerintah yang mendorong perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH) membuat persaingan semakin ketat. PTN-BH kini mampu menerima mahasiswa baru dalam jumlah besar dan menutup penerimaan lebih cepat, yang berdampak pada perguruan tinggi swasta.
Dari sisi internal, El Amry menyoroti pentingnya pelayanan prima kepada mahasiswa agar tidak terjadi kasus pengunduran diri maupun perpindahan ke kampus lain. “Hampir 100 persen keberlangsungan perguruan tinggi swasta bergantung pada mahasiswa. Jika jumlah mahasiswa baru menurun drastis, hal ini akan berdampak pada keuangan dan operasional universitas. Karena itu, pelayanan kepada mahasiswa tidak boleh diabaikan. Setiap dosen dan tenaga kependidikan harus menjaga kualitas interaksi dan memberikan solusi bagi mahasiswa,” tegasnya dalam rapat yang berlangsung di Aula Blok A Lt. 4 UNAS, Kamis (21/8/2025).
Ia juga menekankan perlunya peningkatan kualitas lulusan, penerapan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) sesuai regulasi terbaru, serta penguatan kerja sama dengan industri untuk menjaga relevansi kurikulum. Rektor UNAS mengajak seluruh dosen dan tenaga kependidikan bekerja keras dan kreatif dalam memanfaatkan teknologi serta media sosial guna mendukung promosi dan pelayanan mahasiswa.
“UNAS bisa bangkit lebih baik jika kita bersatu. Jangan pernah putus asa. Kita harus kerja keras, kerja tegas, dan bekerja bersama-sama. Dengan begitu kita bisa menjaga kepercayaan masyarakat dan memastikan mahasiswa betah belajar di UNAS,” pungkas El Amry.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Dr. Dra. Erna Ermawati Chotim, M.Si.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Dr. Dra. Erna Ermawati Chotim, M.Si., menekankan dua fokus utama, yakni mitigasi masalah internal dan persiapan pembelajaran semester ganjil. Ia menyebut UNAS perlu memperkuat tata kelola akademik, memastikan mahasiswa tidak mengalami hambatan, serta memperbaiki sistem layanan.
“Layanan kepada mahasiswa adalah kunci. Proses yudisium harus transparan dan terintegrasi. Kita juga perlu mendampingi mahasiswa yang menghadapi kendala adaptasi maupun keuangan. Semua itu akan diintegrasikan melalui sistem aplikasi retensi akademik,” jelasnya.
Erna juga menyoroti pengembangan akademik menuju rekognisi internasional melalui pembukaan kelas internasional, kelas kerja sama jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), serta digitalisasi layanan administrasi. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan target UNAS untuk meraih akreditasi internasional di berbagai program studi.
Dari sisi manajerial, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Keuangan, dan SDM, Prof. Dr. Suryono Efendi, S.E., M.B.A., M.M., menekankan pentingnya tata kelola keuangan, sumber daya manusia, serta sarana prasarana. Menurutnya, kondisi jumlah mahasiswa yang fluktuatif menuntut efisiensi pengelolaan berbasis teknologi informasi.
“UNAS saat ini menghadapi manajemen risiko dalam situasi penuh tantangan. Karena itu, efisiensi menyeluruh harus dilakukan mulai dari manajemen SDM, sarana prasarana, hingga pengelolaan keuangan yang lebih transparan dan sistematis,” ungkapnya.
Prof. Suryono juga memaparkan beberapa kebijakan efisiensi, di antaranya integrasi pinjaman karyawan melalui koperasi, pengendalian lembur, pengadaan sarana prasarana berbasis kebutuhan strategis, serta pengembangan unit bisnis universitas. Di bidang SDM, UNAS menata ulang status dosen dan tenaga kependidikan agar lebih produktif dan proporsional dengan jumlah mahasiswa.
Ketiga pimpinan universitas sepakat bahwa persiapan semester ganjil 2025/2026 bukan hanya rutinitas, melainkan momentum untuk memperkuat tata kelola, layanan, dan proses akademik. Seluruh unit diharapkan bergerak bersama, memperkuat kolaborasi, serta menjaga kepercayaan mahasiswa dan masyarakat. (DMS)
Bagikan :


