Mahasiswa UNAS Wakili Indonesia pada Program AIPE 2012

AIPE merupakan program akademik yang dirancang untuk mempromosikan diskusi ekonomi politik, perdagangan global serta perkembangan ekonomi.
 
Jakarta (UNAS) – Asia institute for Political Economy (AIPE) merupakan sebuah progam akademik yang diselenggarakan oleh The Fund for American Studies (TFAS), Georgetown University, Washington DC bekerjasama dengan The University of Hong Kong dengan mendatangkan peserta dari berbagai negara di belahan dunia, salah satunya adalah Indonesia. Menariknya, tahun ini Universitas Nasional berhasil menjadi delegasi untuk Indonesia bersama dengan Universitas Indonesia.

Mahasiswa program studi Ilmu Politik dan Hubungan Internasional Fakutas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nasional, Natassha dan Hakam berhasil menjadi delegasi Indonesia untuk mengikuti program akademik yang dirancang untuk mempromosikan diskusi ekonomi politik, perdagangan global serta perkembangan ekonomi. Bersama 65 peserta lainnya yang berasal dari berbagai negara seperti Bangladesh, Kamboja, Kanada, Hong Kong, Amerika, India, Korea Selatan, dan Malaysia, kedua mahasiswa tersebut mengikuti perkuliahan selama 3 minggu sejak 6 Juli 2012 sampai 28 Juli 2012 di The University of Hong Kong.

“Peserta AIPE tahun 2012 merupakan mahasiswa – mahasiswa terpilih dari berbagai negara. Proses seleksinya cukup panjang dari penulisan essai ilmiah hingga tahap wawancara. Bisa lolos dan menjadi delegasi Indonesia menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” ungkap Natassha saat ditemui di ruang Unit Pelaksana Teknis (UPT) Marketing and Public Relations Universitas Nasional, Selasar Blok I Lantai 3, Selasa (31/7).

Dalam kegiatan belajar AIPE tahun 2012 tersebut menggunakan kurikulum interdisipliner, yaitu di dalam perkuliahan melibatkan para siswa dalam pengajaran menyeluruh tentang konsep dasar dan terori ekonomi politik, serta pengajaran mengenai konstitusi Amerika. Dibimbing oleh pembicara terkemuka di dunia, seluruh peserta juga turut hadir dlam acara khusus pertukaran pendidikan, sosial, dan budaya. “Kombinasi kegiatan tersebut mengarah pada eksplorasi ide yang menantang dan terjalinnya persahabatan seumur hidup diantara siswa, panitia, dan para dosen yang tak ternilai harganya,” imbuh Hakam.

Meskipun dituntut untuk selalu fokus pada materi yang diberikan, para peserta AIPE 2012 tidak dihinggapi oleh rasa bosan ataupun jenuh. Pasalnya, panitia menyajikan kegiatan menarik yang bertujuan untuk merekatkan persahabatan antar peserta seperti wisata the peak, salah satu objek wisata di Hong Kong, Rickshaw Sightseeing tours atau mengelilingi kota Hong Kong dengan menggunakan bis wisata, hingga mengunjugi Big Buddha Statue.

Hal menarik lainnya adalah malam pertukaran budaya, pada kesempatan tersebut delegasi Indonesia berkolaborasi dengan delegasi Malaysia dalam menampilkan tarian Nandak asal Jakarta dan tarian Pahang dari Malaysia. “Banyak hal yang kita dapat selama disana, selain menambah jaringan pertemanan internasional, kami mendapat proses pendidikan dengan kualitas yang luar biasa dengan melibatkan pengajar ternama. Terlebih, kami juga diceritakan kisah – kisah sukses para alumni AIPE sebelumnya,” tutur Natassha. (Herlina, A.Md.)