Jakarta (UNAS) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Nasional. Rizieq Aulia, mahasiswa Fakultas Teknik dan Sastra (FTS) Universitas Nasional (UNAS), berhasil meraih medali perunggu pada Kejuaraan Nasional Pencak Silat Piala Rektor Universitas Esa Unggul Championship kategori Tanding Dewasa Putra Kelas I.
Kejuaraan nasional tersebut berlangsung pada 31 Januari–1 Februari 2026 di GOR Ciracas, Jakarta Timur, dan diikuti oleh atlet pencak silat dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam wawancara bersama Tim Humas UNAS, Rizieq menyampaikan bahwa pencak silat bukan sekadar cabang olahraga yang ia tekuni, tetapi juga bagian dari identitas budaya bangsa.
“Cabang olahraga yang saya ikuti adalah pencak silat. Pencak silat merupakan seni bela diri tradisional asli Indonesia,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa keterlibatannya dalam pencak silat memberikan manfaat secara fisik maupun mental, antara lain meningkatkan kepercayaan diri, menjaga kebugaran, serta membentuk ketahanan mental.
“Pencak silat membawa dampak positif, seperti pencapaian prestasi, kesehatan fisik, dan perluasan jejaring pertemanan. Selain itu, mengikuti pencak silat juga berarti ikut melestarikan nilai-nilai tradisional Indonesia,” tuturnya.
Rizieq menggambarkan suasana pertandingan sebagai pengalaman yang berkesan. Menurutnya, atmosfer gelanggang yang dipenuhi sorak pendukung dan ketegangan pertandingan menjadi motivasi untuk menampilkan performa terbaik.
“Suasana pertandingan sangat menegangkan dengan dukungan penonton yang luar biasa. Kondisi tersebut justru memacu saya untuk tampil maksimal,” katanya.
Ia menambahkan bahwa momen paling berkesan adalah ketika mampu menyelesaikan pertandingan dengan baik dan meraih hasil yang membanggakan.
“Rasa bangga atas capaian yang diraih serta semangat persaudaraan antar-atlet menjadi pengalaman yang paling berkesan,” ungkapnya.
Di balik pencapaian tersebut, Rizieq menjalani proses persiapan yang intensif. Ia mengaku mempersiapkan diri selama dua bulan sebelum kejuaraan dengan fokus pada latihan teknik dan peningkatan kondisi fisik.
“Saya menjalani latihan intensif selama dua bulan untuk memperkuat teknik bertanding dan meningkatkan stamina,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pelatih, keluarga, dan rekan-rekan yang telah memberikan dukungan selama proses persiapan hingga pertandingan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada pelatih, orang tua, dan teman-teman yang selalu mendukung,” ujarnya.
Bagi Rizieq, pencak silat tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembentukan karakter dan pelestarian budaya bangsa.
“Pencak silat bagi saya adalah wadah untuk berprestasi sekaligus menjaga warisan budaya,” pungkasnya.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa UNAS lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik, serta mengharumkan nama Universitas Nasional di tingkat nasional. (SAF)
Bagikan :


