Mahasiswa, Dosen, dan Alumni UNAS Jadi Relawan Bahasa dalam Asian Games 2018

JAKARTA – Sebanyak 90 mahasiswa, dosen, dan alumni Universitas Nasional (UNAS) jadi sukarelawan bahasa dalam pekan olahraga Asian Games 2018. Para sukarelawan tersebut akan berkontribusi dalam kegiatan sukarela terjemah lisan BBB (Before, Babel, Brigade) Indonesia by BBB Korea, yang menyediakan terjemah lisan 8 bahasa melalui handphone/ telepon genggam milik pribadi pada sukarelawan yang dapat berbahasa asing.

Kepala Divisi Kerjasama Luar Negeri Kantor Kerjasama Internasional (KKI) UNAS, Dra. M.A Inez Sapteno mengatakan bahwa  kegiatan ini merupakan bagian dari diplomasi bahasa yang dilakukan oleh sukarelawan UNAS. Menurutnya, menjadi sukarelawan merupakan langkah yang baik bagi UNAS terutama dalam mengatasi kendala bahasa dalam pelaksanaan acara internasional. “Saya pikir ini pilihan yang cerdas sudah mau berkontribusi dan meluangkan waktu ditengah kesibukan mereka, karena ini bukan sukarelawan biasa, ini berkelas,” katanya

Ia melanjutkan, kegiatan ini dapat membuka peluang bagi UNAS untuk membangun jaringan yang lebih luas dengan Korea. “Jadi sukarelawan ini baru langkah pertama, tujuan nantinya supaya bisa mengarah kepada hubungan yang baik antara UNAS dan Korea.” Imbuhnya.

 Inez berharap, selama pelaksanaan Asian Games 2018, para sukarelawan dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dengan mematuhi semua pertauran yang ada. Selain itu, sukarelawan UNAS yang terlibat akan mendapatkan sertifikat sebagai penunjang Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) bagi mahasiswa, dan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat kepada dosen dan alumni UNAS.

Sementara itu, President of BBB Korea, Kim In-Chul mengatakan bahwa kegiatan ini akan mengumpulkan 500 orang relawan yang siap membantu banyak kesulitan dalam berbahasa. Menurutnya, partisipasi sukarelawan bahasa dalam Asian Games 2018 merupakan sebuah jembatan untuk menyambungkan Indonesia dengan dunia. Para sukarelawan bahasa tersebut akan menciptakan kesempatan pengunjung untuk berkomunikasi.

“Pertengahan Agustus nanti seluruh perhatian dunia akan mengarah pada Indonesia. Melalui Asian Games 2018, maka akan banyak orang asing yang datang ke Indonesia sehingga akan terjadi pertukaran bahasa dan kebudayaan yang berbeda. Oleh karena itu, dibutuhkan sukarelawan bahasa agar menciptakan komunikasi yang baik antara satu dengan yang lain,” ujar Kim dalam sambutannya saat Upacara Inagurasi BBB Indonesia Project, pada Rabu (8/07), di Java Ballroom The Westin Hotel, Jakarta.

Dalam akhir sambutannya, ia juga mengapresiasi kepada seluruh relawan UNAS yang bersedia menyisihkan waktunya dalam ajang bergengsi tersebut. Ia berharap, melalui kegiatan sukarela ini dapat menambah wawasan dan pengalaman sendiri bagi UNAS dalam dunia Internasional. “Kami memiliki hubungan yang khusus dengan UNAS dan semoga saja ini dapat mempererat hubungan kami kedepannya,” tutupnya.

BBB Indonesia by BBB Korea meruakan kegiatan sukarela terjemah lisan yang merekrut dan mengelola sukarelawan linguistik dalam 8 bahasa diantaranya, bahasa Inggris, Jepang, Cina, Arab, Rusia, Korea, Thailand, dan Vietnam. Selama Asian Games 2018 berlangsung, pengunjung asing yang datang ke Indonesia dapat berkomunikasi selama 24 jam kapanpun dan dimanapun dengan BBB.

Para pengujung tersebut dapat menggunakan aplikasi terjemah lisan BBB Indonesia dengan memilih bahasa yang diperlukan untuk diterjemahkan, kemudian menekan nomor telepon dan akan langsung terhubung dengan sukarelawan BBB yang dapat berbahasa seperti yang diperlukan. Terjemah lisan BBB Indonesia tersambung dengan internet. Selain itu, telepon BBB dilakukan melalui 3 sisi antara ‘orang Indonesia-orang asing-sukarelawan BBB’. Terjemah dilakukan melalui telepon, dan pemohon serta orang asing menjelaskan hal yang ingin diketahui secara bergantian kepada sukarelawan.(*NIS)