Jakarta (UNAS) – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nasional (UNAS) kembali mengadakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal untuk Program Penelitian DPPM Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2025. Kegiatan ini berlangsung dua tahap, yakni pada Rabu–Kamis (8–9 Oktober 2025) dan dilanjutkan kembali pada Senin–Selasa (13–14 Oktober 2025), di Ruang Rapat Cyber UNAS, Pejaten, Jakarta Selatan.
Monev internal ini merupakan bagian penting dari siklus penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang wajib dilaksanakan perguruan tinggi sebelum dilakukan monev eksternal oleh Kemdiktisaintek. Kegiatan ini bertujuan memastikan setiap penelitian berjalan sesuai rencana, mencapai target luaran, serta memberikan manfaat akademik dan sosial yang nyata.
Kepala LPPM UNAS, Dr. Ir. Nonon Saribanon, M.Si., mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting dalam menjaga mutu penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh dosen UNAS.
“Monev internal merupakan bagian dari proses berkelanjutan dalam siklus penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami memastikan setiap peneliti menjalankan penelitian sesuai proposal dan sasaran luaran yang telah ditetapkan, sehingga hasilnya benar-benar bermanfaat,” ujar Nonon.
Ia menambahkan, monev internal juga berperan sebagai penyaring sebelum memasuki tahap monev eksternal yang dijadwalkan pada 16 Oktober 2025 oleh Kemdiktisaintek, khusus untuk bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).

Dr. Vivitri Dewi Prasasty, M.Si.
“Karena jumlah penelitian cukup banyak, sebagian dipilih secara acak untuk dimonev secara internal. Hasilnya akan diunggah ke sistem BIMA Kementerian dan menjadi dasar untuk evaluasi lanjutan,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, Monev Internal LPPM UNAS menghadirkan dua reviewer internal, yakni Prof. Dr. Syamsiah Badruddin, M.Si. dan Prof. Dr. Sri Endarti Rahayu, M.Si. Keduanya menilai substansi, metodologi, serta kesesuaian antara rencana dan hasil penelitian yang sedang berjalan.
Salah satu tim penelitian yang mendapat kesempatan untuk dimonev adalah kelompok riset gabungan dari Program Studi Biologi dan Pertanian, yang terdiri atas Dr. Vivitri Dewi Prasasty, M.Si., dan Dr. Dra. Sri Handayani, M.Si. Tim ini mengembangkan inovasi suplemen gummy herbal antidiabetes berbahan sinergi rumput laut merah (Eucheuma cottonii), temulawak (Curcuma xanthorrhiza), dan daun kelor (Moringa oleifera).
Penelitian tersebut merupakan bagian dari upaya UNAS dalam menciptakan produk herbal berbasis bahan alam Indonesia yang memiliki potensi terapeutik tinggi. Selain itu, penelitian juga difokuskan pada tahapan awal pengembangan kandidat antidiabetes dari makroalga Halimeda macrolaba yang berasal dari tiga lokasi di Kepulauan Seribu.
“Tahapan ini sangat krusial karena menjadi fondasi pengujian bioaktivitas lebih lanjut. Kami ingin hasil riset tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi inovasi yang berdampak bagi masyarakat,” tutur Dr. Vivitri. (SAF)
Bagikan :


