Lewat Donor Darah, PPU Dorong Peduli Sesama dan Gaya Hidup Sehat

Jakarta (UNAS) – Donor darah merupakan proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk seseorang yang membutuhkan. Dari aktifitas tersebut dapat menghasilkan manfaat yang banyak salah satunya adalah meningkatkan kesehatan bagi si pendonor.  Oleh karena itu, demi terciptanya budaya yang sehat dan perduli akan sesama, klinik Universitas Nasional (UNAS) dan Perempuan Paguyuban UNAS (PPU) bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) menyelenggarakan  kegiatan donor darah pada Senin, (16/04).

”Ini merupakan salah satu program PPU yang sudah berjalan rutin sebanyak 11 kali dalam rangka menyambut hari kartini dan Alhamdulillah kegiatan ini didukung oleh pimpinan UNAS. Selain itu kita menggandeng PMI Pusat sebagai Intitusi Kesehatan dalam hal ini persoalan donor darah,” ujar Ketua Pelaksana kegiatan ini, dr. Cholisah Suralaga, M.Kes. saat ditemui usai acara.

Selain meningkatkan stok darah di PMI, Aksi sosial ini bertujuan mendorong keluarga UNAS peduli terhadap sesama dan menerapkan gaya hidup sehat masyarakat melalui donor darah. “Tujuan utama donor darah mendorong keluarga UNAS untuk lebih perduli terhadap sesama karena banyak yang memiliki potensial untuk mendonorkan darahnya cuma karena ketidaktahuan dan rasa takut, maka menjadi kendala. Juga menerapkan gaya hidup sehat bahwa mendonorkan darah secara teratur itu penting karena membuat orang menjadi lebih sehat. Tujuan lainnya adalah membantu PMI mendapatkan lebih banyak ketersediaan darah,” ucap Cholisah.

Adapun manfaat yang didapat bagi pendonor antara lain regenerasi sel-sel darah merah yang baru, memperlancar aliran darah, tubuh lebih bugar, menjauhkan dari berbagai serangan penyakit, atau  manfaat kesehatan lainnya dan bagi penerima membantu mereka yang kekurangan darah, seperti akibat kecelakaan, proses persalinan atau operasi yang menyebabkan nyawa seseorang berada dalam bahaya.

Namun, kata Cholisah, tidak semua orang bisa mendonorkan darahnya karena tergantung kondisi darah pendonor sebab pendonor harus memiliki kualitas darah yang bagus, tensi yang normal, tekanan darah, nadi dan kadar hemoglobin dan tidak memiliki kelainan penyakit berat yang tidak dianjurkan donor darah. “Tidak semua pendonor dapat menyumbangkan darah nya sebab ada kriteria-kriteria yang wajib dimiliki oleh pendonor yaitu dalam keadaan sehat tubuh dan darah, tidak memiliki penyakit maupun HB nya normal,” imbuhnya.

Ia pun menghimbau bagi yang ingin mendonorkan darahnya untuk mengecek kesehatan terlebih dahulu dan tidak sedang mengkonsumsi obat sehingga darah yang didonorkan berguna bagi penerima. “kami menghimbau sebelum mendonorkan darahnya untuk mengecek kondisi kesehatan tubuh dan tidak sedang menggunakan obat-obatan,” tandasnya.

Sementara itu, dosen Fakultas Ilmu Kesehatan UNAS, Ns. Naziyah, S.Kep., M.Kep menyampaikan kegiatan donor darah ini merupakan salah satu wujud implementasi Tridharma Perguruan Tinggi khususnya pengabdian kepada masyarakat dan berharap apa yang dilakukan UNAS dapat berkontribusi dan bermanfaat bagi masyarakat. “Kegiatan ini dilaksanakan sebagai implementasi tridharma perguruan tinggi. Untuk itu, melalui kegiatan ini diharapkan darah yang didonorkan dapat membantu masyarakat  yang membutuhkan,” tutur Naziyah.

Ia pun mengapresiasi antusias dosen, staff, maupun mahasiswa yang sudah mendonorkan darahnya. “Rencana kedepan mungkin kami akan memberikan penyuluhan mengenai manfaat donor darah sendiri supaya lebih banyak yang tergerak untuk menyumbangkan darahnya. Semoga apa yang dikerjakan hari ini dapat membuahkan hasil yang baik bagi keluarga UNAS maupun masyarakat luas,” ungkapnya.