Jakarta (UNAS) – Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik dan Sains (FTS) Universitas Nasional (UNAS) menyelenggarakan seminar karier bertajuk Engineering Careers in the Oil & Energy Industry: Skills, Mindsets, and the Real-World Truth pada Senin (15/12). Kegiatan ini berlangsung di Aula UNAS Pejaten, Blok A Lantai IV.
Seminar tersebut menjadi forum berbagi pengetahuan mengenai tantangan dan realitas dunia kerja di industri energi, khususnya sektor minyak dan gas, yang menuntut kesiapan kompetensi teknis, pola pikir adaptif, serta ketangguhan mental bagi calon engineer.
Ketua Pelaksana seminar, Fahamsyah, S.T., M.Si., M.Eng., Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Ia berharap seminar serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan kualitas dan manfaat yang semakin meningkat bagi mahasiswa.
Dekan Fakultas Teknik dan Sains UNAS, Ir. Ruliyanto, S.T., M.T., Ph.D., menilai tema seminar relevan dengan dinamika industri energi yang semakin kompleks dan kompetitif.
Menurutnya, industri membutuhkan engineer yang tidak hanya menguasai ilmu teknis, tetapi juga memiliki kemampuan pemecahan masalah yang kuat serta pola pikir yang tepat dalam menghadapi tantangan kerja.
Ia menambahkan bahwa kesiapan lulusan harus mencakup keseimbangan antara hard skills dan soft skills, termasuk kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, serta memahami realitas dunia kerja yang menuntut ketahanan mental.
Seminar ini menghadirkan narasumber utama Tofan Boy Ismail, S.T., Field Specialist sekaligus Trainer dan Assessor di Baker Hughes Middle East (Abu Dhabi, Uni Emirat Arab), yang juga merupakan alumni Program Studi Teknik Mesin UNAS.

Dalam pemaparannya, Tofan menjelaskan bahwa industri minyak dan gas masih menjadi salah satu penopang utama sektor transportasi dan manufaktur global, didukung oleh efisiensi energi dan infrastruktur yang telah mapan.
Ia menekankan bahwa keberhasilan karier engineer tidak hanya ditentukan oleh penguasaan hard skills, seperti kompetensi teknis, pemodelan, simulasi, dan penguasaan perangkat lunak, tetapi juga soft skills, antara lain kemampuan pemecahan masalah, komunikasi, kerja tim, dan manajemen proyek.
Selain itu, kemampuan mengambil keputusan secara cepat dan tepat di bawah tekanan menjadi nilai penting di lapangan, termasuk pemahaman terhadap metode kerja modern seperti Agile dan Scrum dalam pengelolaan proyek.
Melalui seminar ini, mahasiswa memperoleh gambaran langsung mengenai tantangan dan peluang karier engineering di sektor energi, serta kesiapan yang perlu dibangun sejak masa perkuliahan.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat dan cenderamata dari UNAS kepada narasumber, serta sesi foto bersama. (SAF)
Bagikan :


