Kaji Stilistika pada Dua Novel Jepang, Fairuz Raih Gelar Doktor Ilmu Linguistik

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Kaji Stilistika pada Dua Novel Jepang

Jakarta (Unas) – Dosen Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Nasional (Unas), Fairuz, S.S., M.Hum., resmi menyandang gelar doktor dalam bidang Ilmu Linguistik Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin (UNHAS), Makassar. Gelar tersebut diraih Fairuz usai mempertahankan disertasinya yang berjudul ‘Keunikan dan Kekuatan Bahasa Figuratif dalam Mengungkapkan Makna Kultural pada Novel Risei To Jounetsu No Aida  (RTJNA) Rosso dan Reisei To Jounetsu No Aida Blu (Kajian Stilistika)’.

Dalam presentasi disertasinya, Fairuz mengatakan, penelitian tersebut bertujuan untuk mengungkapkan keunikan dan kekhasan pemakaian gaya bahasa figuratif yang terdapat pada novel RTJNA Rosso karya Ekuni Kaori dan RTJNA Blu karya Hitonari Tsuji. Ia juga mengungkapkan makna budaya dalam kedua novel tersebut dengan menerapkan teori stilistika yang diprakarsai oleh Verdonk dan Simpson.

Dr.Fairuz. S.S., M.Hum., saat menyampaikan disertasi di sidang doktoral UNHAS secara luring di Kampus UNAS.

“Stilistika merupakan kajian tentang style dan wujud performasi kebahasaan khususnya yang terdapat di teks-teks kesastraan. Kajian stilistika tersebut kemudian dimanfaatkan untuk mengungkap makna budaya atau makna kultural,” ujarnya dalam sidang terbuka promosi doktor yang dihelat secara daring dan luring di Aula Blok I Lantai IV Unas, pada Rabu (10/08).

Fairuz menuturkan, unsur stilistika pada kedua novel yang menjadi objek penelitian ini juga menggambarkan sarana ekspresi pengarang sekaligus memperlihatkan keunikan penggunaan gaya bahasa pengarang. Penelitian ini juga menemukan kekhasan gaya bahasa tersebut tidak dilakukan oleh pengarang lainnya.

“Dua novel ini merupakan karya kolaborasi antara Ekuni dan Hitonari yang bersepakat membuat novel dengan judul yang sama. Hal ini merupakan suatu ide yang lain dari biasanya. Mereka menulis kisah cinta dan kehidupan dua tokoh yaitu Aoi dan Junsei Agata. Ekuni menulis tentang tokoh Aoi seorang perempuan, sementara Hitonari menulis tentang tokoh Junsei seorang laki-laki,” jelasnya.

Ia melanjutkan, hasil penelitian mengungkapkan bahwa pada novel RTJNA Rosso ditemukan diksi-diksi yang unik dan memiliki hubungan dengan alam atau objek realitas alam seperti hujan, kabut, suara, dan benda alam lainnya yang ada di bumi. Sementara pada novel RTJNA Blu, ditermukan diksi-diksi yakni memori, waktu, langit, dan matahari. 

“Kedua karya tersebut sama-sama memanfaatkan bahasa figuratif metafora, personafikasi, dan simile. Bahasa-bahasa figuratif itu didominasi dengan unsur alam untuk memperlihatkan keunikan dan makna kultural Jepang dalam muatan karya sastra,” ucapnya.

Melihat hal tersebut, kata Fairuz, tidak ada satu pun karya sastra yang lahir tanpa adanya dorongan insting budaya dari penulisnya. Beberapa istilah yang yang ditemukan dalam bahasa figuratif di RTJNA Rosso dan RTJNA Blu hanya dapat dipahami dalam konteks bahasa Jepang, sehingga pembaca dapat belajar budaya melalui karya sastra yang dibacanya.

Dalam sidang terbuka ini, Prof. Dr. Fathu Rahman selaku promotor mengatakan, stilistika merupakan sebuah kajian yang unik dan bagus untuk dijadikan penelitian. Ia juga menuturkan rasa bangganya kepada Fairuz yang telah berhasil menuntaskan disertasi tersebut disela-sela kesibukannya sebagai pimpinan FBS Unas.

“Kami mengucapkan selamat kepada saudara Fairuz atas diraihnya gelar Doktor Ilmu Linguistik dan secara resmi telah menjadi alumni Fakultas Ilmu Budaya UNHAS. Mudah-mudahan ilmu yang diperoleh selama studi dapat bermanfaat bagi pengajaran dan pengabdiannya di tempat bekerja,” katanya.

Dekan FBS Unas Dr. Drs. Somadi Sosrohadi, M.Pd., memberikan ucapan selamat kepada Doktor Fairuz setelah selesai sidang.

Dalam kesempatan yang sama, Dekan FBS Unas Dr. Drs. Somadi Sosrohadi, M.Pd., juga menuturkan bahwa peningkatan gelar pendidikan bagi para dosen merupakan hal yang penting dan sedang digencari oleh FBS Unas.

“Saya mengucapkan selamat kepada Doktor Fairuz yang telah menyelesaikan disertasinya dengan predikat sangat memuaskan. Mudahan-mudahan dapat memotivasi dosen-dosen lainnya. Setelah ini, masih ada dosen FBS yang tengah menyiapkan disertasinya untuk sidang promosi doktor,” tutur Somadi. 

Adapun Kopromotor dalam sidang ini ialah Prof. Dr. Nurhayati, M.Hum dan Dr. Mardi Adi Amin, M.Hum. Sementara itu, penguji eksternal sidang ialah Prof. Dr. Anshari, M.Hum., serta penguji internal Prof. Dr. Muhammad Darwis, M.S., Dr. Inriati Lewa, M.Hum., dan Dr. M. Amir P., M.Hum. 

Berita Terbaru
Chat with Us!