Ibadah di Bulan Ramadhan, PPI Unas Serukan Umat Islam Teladani Asmaul Husna

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Jakarta (Unas) – Banyak cara yang dapat dilakukan umat islam untuk memperoleh pahala di bulan suci Ramadhan, salah satunya ialah dengan meneladani Asmaul Husna. Melalui seri kajian Ramadhan, Pusat Pengajian Islam (PPI) Universitas Nasional (Unas) menyerukan umat Islam untuk memahami, mendalami, dan mengimplementasikan 99 sifat-sifat Allah SWT tersebut.

Hadir sebagai narasumber, Dr. Sulaiman Al Kumayi, MA. mengatakan, Asmaul Husna merupakan nama-nama yang menjelaskan sifat-sifat Allah SWT yang indah nan baik. Tidak cukup untuk dihafal, Asmaul Husna harus dihayati dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dalam suatu  hadist sudah disebutkan bahwa barangsiapa yang memahami Asmaul Husna akan masuk surga. Memahami dalam konteks ini tidak hanya menghafal, tetapi juga memaknai, meresapi, meneladani, dan mengimplementasikan sifat-sifat Allah SWT itu,” ujarnya dalam kajian bertajuk ‘Puasa Untuk Menghidupkan Potensi Asmaul Husna’ yang digelar oleh PPI Unas, pada Jumat (16/04).

Dr. Sulaiman Al Kumayi, MA.

Penulis buku ‘Kecerdasan Berdasarkan Asmaul Husna’ itu melanjutkan, terdapat berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menggali dan memahami Asmaul Husna khususnya di bulan suci Ramadhan. Menurutnya, hal pertama yang harus dilakukan ialah dengan mencerahkan qolbu dan berniat membersihkan diri dari hal yang buruk.

“Selanjutnya, mempraktikkan Asma tersebut ke kehidupan sehari-hari. Misalnya, Ar-Rahman yang memiliki arti Allah Maha Pengasih, maka dalam kehidupan, kita memberi kasih kepada orang lain. Selain itu, juga berdzikir dan bertafaqur dengan Asma Allah, dan mentanamkan dalam diri bahwa Allah SWT. selalu berada dalam langkah kehidupan kita,” tuturnya.

Ia menambahkan, setiap Asmaul Husna memiliki arti tersendiri yang sangat baik. Karena itulah, menghafalkan dan meneladani Asmaul Husna merupakan suatu ibadah yang sangat penting. Sulaiman juga mengatakan, memaknai dan berdzikir dengan Asmaul Husna dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan seseorang.

“Jika kita ingin dilimpahkan rezeki, maka dzikir dan amalkanlah Al-Fattaah Yang Maha Pembuka Rahmat, Al-Waduud Yang Maha Mengasihi. Jadi sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing,” tutupnya.

Dihelat secara virtual, kegiatan ini dimoderatori oleh Ketua PPI Unas, Dr. Fachruddin Mangunjaya, serta diikuti oleh beberapa dosen dan karyawan Unas. Dalam sambutannya, ia mengatakan kegiatan ini merupakan rangkaian dari Seri Kajian Ramadhan pertama yang diselenggarakan oleh PPI Unas. 

“Rangkaian kegiatan ini memang bertujuan untuk meningkatkan iman dan pengetahuan kita di bulan suci Ramadhan. Semoga makna dari Asmaul Husna ini betul-betul bisa diimplementasikan di kehidupan kita,” imbuhnya.(NIS)

Berita Terbaru
Chat with Us!