Himpunan Mahasiswa Keperawatan dan Persekutuan Oikumene Universitas Nasional Menyelenggarakan Ibadah & Perayaan Natal 2020

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Jakarta (UNAS) – Dampak Covid-19 yang memaksa segala kegiatan harus dilaksanakan secara daring tidak mengurangi keimanan dan semangat dalam menjalankan perayaan dan ibadah Natal. Himpunan Mahasiswa Keperawatan (HIMAKEP) dan Persekutuan Oikumene (PO) Universitas Nasional (UNAS) berkolaborasi menyelenggarakan ibadah & perayaan Natal tahun 2020 pada Sabtu (09/01). Kegiatan ini dihadiri secara daring oleh mahasiswa dan alumni UNAS melalui aplikasi Zoom dan live streaming Youtube yang disiarkan langsung dari ruang Aula UNAS dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Di masa pandemi ini kita belajar untuk tidak menyerah pada keadaan yang sekarang kita alami, melainkan tetap berpegang teguh dengan harapan dan kasih Tuhan Yesus Kristus”, ujar Ketua Panitia Pelaksana Rianti.

Meskipun Covid-19 dirasa banyak berdampak negatif, namun tentu saja dan tetap diharapkan hubungan kita secara personal dengan Tuhan akan lebih baik. “Tuhan izinkan Covid-19 sekaligus sebagai bentuk teguran kepada umat manusia supaya kembali bersekutu dengan Tuhan dengan baik. Oleh karena itu, dalam kesempatan yang berbahagia ini saya menghimbau (dan) mengajak kita semua bisa merefleksi diri dan benar-benar mohon pengampunan di hadapan Tuhan untuk segala kejahatan kita”, ujar Prof. Dr. Lihan P. Sinambela, M.M., M.Pd. dalam sambutannya sebagai perwakilan dari dosen pembina PO UNAS.

Dalam ibadah & perayaan Natal tahun ini dihadiri oleh Ps. Raguel Lewi yang memberikan khotbah dengan tema Golden Scars yang artinya adalah bekas luka yang berharga atau bekas luka yang bernilai seperti emas, yang diambil dari surat Yakobus 1 : 12.

Hal ini juga sama seperti firman Tuhan yang mengatakan, oleh bilurnya kita jadi sembuh. “Oleh karena luka-luka mu juga yang pernah kamu alamin dan saat kamu membagikannya dan menceritakannya banyak orang juga bisa diberkatin, bisa sembuh. Badai akan selalu ada dan lukamu bisa aja akan selalu ada tapi kalau misal kamu habis melalukan hal itu, itu bukan cuma karena kamu emang hebat, tapi karena Sang Gembala Agung, Kristus sendiri hidup di dalam kamu dan Dia bisa reroute kehidupan”, tutur Ps. Raguel Lewi dalam khutbahnya. (*ARS)

Berita Terbaru
Chat with Us!