Gandeng IWWASH dan UPJP PT Indonesia, PSPA UNAS Gelar Seminar Stakeholders

Jakarta (UNAS) – Pusat Studi Perempuan dan Anak Universitas Nasional (PSPA UNAS) menggandeng Indonesia Women for Water, Sanitation And Hydiene (IWWASH) dan  Unit Pembangkit dan Jasa Pembangkitkan (UPJP) PT Indonesia Power menyelenggarakan seminar bertajuk “ Sinergi Antar Stakeholders dalam pemberdayaan masyarakat” di Menara Unas, Ragunan,pada Jum’at (28/09). Acara ini turut dihadiri Ketua PSPA UNAS Dr. Ir. Nonon Saribanon, M.Si., Manager Administrasi Corporate Social Responsibility (CSR) PT Indonesia Power Taufik Rahman M.M., Ahli Muda Community Development PT Indonesia Power Yumi Yanti, A.Md. serta para Dosen dan Mahasiswa UNAS.

Dalam sambutannya Nonon mengatakan bahwa,  peran stakeholders sangat dibutuhkan dalam menjalankan program CSR sebagai upaya pemberdayaaan masyarakat serta meningkatkan kualitas hidup. Penting bagi stakeholders untuk saling bersinergi khususnya kepada perguruan tinggi sehingga program berbasis masyarakat dapat berjalan baik.

“Melalui program yang dilaksanakan secara bersama-sama dapat memberikan dampak yang baik bagi perusahaan maupun perguruan tinggi serta program tersebut dapat dilaksanakan secara berkesinambungan,” Ujar Nonon.

Ia menambahkan, perusahaan melalui program CSR dan perguruan tinggi melalui program pengabdian masyarakat dapat di kolaborasikan. Selain dapat meringankan beban pendanaan, keilmuaan yang dimiliki dapat dimanfaatkan untuk program CSR yang akan dilaksanakan. “Jadi sinergi perusahaan dan perguruan tinggi sangat diperlukan,  karena perguruan tinggi juga mempunyai kewajiban untuk  pengabdian dan perusahaan mempunyai program CSR. Oleh karena kesamaan itu lah program tersebut dapat dimanfaatkan dengan bekerjasama,”ucap Nonon.

Sementara itu, Manager Administrasi Corporate Social Responsibility (CSR) PT Indonesia Power Taufik Rahman M.M. menyatakan, UPJP PT Indonesia Power siap bekerjasama dengan perguruan tinggi dalam bidang CSR. “Keilmuaan yang di miliki akademisi sangat berpengaruh. Maka dari itu, kami berharap kedepan perguruan tinggi dapat menghasilkan mahasiswa yang berguna bagi perusahaan khususnya dalam program CSR,” kata Taufik.

Ia menyebut, kesempatan bekerja di perusahaan bagi mahasiswa yang memiliki ilmu serta keahlian yang di butuhkan dalam program CSR terbuka lebar. Sebab, kata Taufik, saat ini masyarakat membutuhkan program-program CSR yang dapat membantu kehidupannya. “Suatu kesempatan bagi mahasiswa bisa bekerja di perusahaan yang memiliki program CSR, tentunya mahasiswa yang mempunyai ilmu atau keahlian sesuai dengan rencana program yang akan dilaksanakan,” tutur Taufik. (*DMS).