Jakarta — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nasional (UNAS) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapasitas dan peran generasi muda dengan menjadi bagian dari penyelenggaraan Youth Empowerment Festival (YEF) 2025. Kegiatan yang berlangsung pada 25–26 November 2025 ini menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, membangun jejaring profesional, serta memahami dinamika dunia kerja dan transformasi digital.
Pada pembukaan acara, Wakil Dekan FISIP Dr. Mary Ismowati, M.Si. menyampaikan sambutan mewakili Dekan FISIP UNAS, Dr. Aos Yuli Firdaus, M.Si., yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memberdayakan pemuda, terutama di tengah perubahan teknologi yang berjalan sangat cepat.
“Indonesia saat ini berada pada momentum penting dengan jumlah pemuda lebih dari 64 juta jiwa. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan potensi besar sekaligus tanggung jawab bersama. Kehadiran kecerdasan buatan dalam berbagai aspek kehidupan menuntut keterampilan relevan dan kesempatan bagi pemuda untuk mengambil peran dalam transformasi digital,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai mitra yang hadir, di antaranya perwakilan UNDP Indonesia, LinkedIn Indonesia, EY Indonesia (I-Wai), Kementerian Ketenagakerjaan, serta alumni Skill Our Future. Perspektif mereka mengenai perkembangan pasar kerja dan peran AI dalam dunia bisnis dinilai sangat relevan bagi mahasiswa yang bersiap memasuki dunia profesional.
Mary menegaskan bahwa FISIP UNAS, khususnya Program Studi Administrasi Publik, memiliki komitmen kuat dalam mendukung pengembangan kapasitas intelektual dan karier mahasiswa melalui kegiatan-kegiatan seperti YEF 2025.
“Pengalaman, interaksi, dan dialog yang terjadi di ruang-ruang seperti ini merupakan bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa. Kami sangat menghargai keterlibatan Prodi Administrasi Publik yang mendukung terselenggaranya kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen akademik untuk memajukan pemberdayaan pemuda di era digital,” ucapnya.
Selain itu, mahasiswa juga diajak memanfaatkan seluruh rangkaian acara dengan optimal, mulai dari mendatangi booth perusahaan, berdiskusi, hingga menggali peluang-peluang baru. Beliau menekankan bahwa langkah kecil yang dilakukan hari ini dapat menjadi awal perjalanan penting menuju masa depan yang lebih cerah.
Menutup sambutannya, ia berharap rangkaian kegiatan ini dapat membuka peluang dan keberanian untuk terus maju.
“Semoga rangkaian kegiatan hari ini tidak hanya membuka peluang, tetapi juga membuka keberanian baru bagi para pemuda untuk melangkah lebih jauh,” tutupnya.
YEF 2025 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pencarian peluang kerja, tetapi juga menjadi platform penguatan jejaring profesional, pengembangan kompetensi, serta ruang kolaborasi bagi pemuda Indonesia untuk menghadapi dunia kerja masa depan. (TIN)
Bagikan :


