Jakarta (Humas UNAS) – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nasional (UNAS) menggelar kegiatan Buka Puasa Bersama Ramadan 1447 H di Ruang Seminar Selasar Lantai 3 UNAS, Kamis (5/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kebersamaan di lingkungan civitas akademika FISIP.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Erna Ermawati Chotim, M.Si., Dekan FISIP Dr. Aos Yuli Firdaus, S.IP., M.Si., para wakil dekan, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan FISIP UNAS.
Dalam sambutannya, Dekan FISIP Dr. Aos Yuli Firdaus, S.IP., M.Si. menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan buka puasa bersama yang dapat mempertemukan seluruh civitas akademika FISIP dalam suasana Ramadan yang penuh keberkahan.
“Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT karena sampai saat ini kita masih diberikan kesempatan untuk berkumpul dan menghadiri kegiatan buka puasa bersama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen dan tenaga kependidikan yang telah meluangkan waktu untuk hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran civitas akademika mencerminkan komitmen dan kebersamaan dalam membangun lingkungan akademik yang solid di FISIP UNAS.
Pada kesempatan tersebut, Dekan FISIP juga menyinggung capaian akademik yang membanggakan bagi fakultas, yakni penetapan Prof. Dr. Erna Ermawati Chotim, M.Si. sebagai guru besar. Ia menyebut bahwa pencapaian tersebut merupakan kebanggaan bagi seluruh keluarga besar FISIP UNAS.
Lebih lanjut, ia berharap capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi seluruh dosen untuk terus meningkatkan dedikasi dan kinerja akademik. Menurutnya, keberhasilan seorang dosen dalam meraih jabatan akademik tertinggi tidak terlepas dari komitmen, kerja keras, serta pengabdian terhadap institusi.
Dalam sambutannya, Aos juga menekankan pentingnya komitmen dan loyalitas bagi seluruh dosen dalam menjalankan tugas tridarma perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa komitmen terhadap institusi harus tercermin dalam pelaksanaan tugas mengajar, membimbing mahasiswa, maupun menjalankan tanggung jawab akademik lainnya.
Ia menjelaskan bahwa komitmen tersebut akan berpengaruh terhadap reputasi institusi. Sebagai perguruan tinggi swasta, menurutnya, Universitas Nasional perlu terus menjaga reputasi dan integritas agar mampu bersaing serta mempertahankan kepercayaan masyarakat.
“Sebagai kampus swasta, kita bersaing melalui reputasi. Karena itu kita harus menjaga integritas, menjaga nama baik institusi, sehingga citra universitas tetap baik di mata masyarakat,” kata Aos.
Di akhir sambutannya, ia berharap kegiatan buka puasa bersama tersebut dapat semakin mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan FISIP UNAS. “Semoga kegiatan ini dapat memperkuat ikatan kekeluargaan kita, sehingga kita semakin kompak dalam berkhidmat dan berbakti untuk Universitas Nasional, bangsa, dan negara,” tutupnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Erna Ermawati Chotim, M.Si. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan buka puasa bersama yang menjadi wadah silaturahmi keluarga besar FISIP UNAS.
Ia menyampaikan rasa syukur atas kesempatan berkumpul dalam suasana Ramadan bersama para pimpinan fakultas, dosen, serta tenaga kependidikan.
“Kita patut bersyukur karena masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk bersilaturahmi dalam kegiatan buka puasa bersama keluarga besar FISIP Universitas Nasional,” ujarnya.
Prof. Erna juga menyampaikan terima kasih atas perhatian dan apresiasi yang diberikan oleh pimpinan fakultas dan seluruh civitas akademika FISIP terkait pencapaiannya sebagai guru besar. Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukanlah hasil kerja pribadi semata, melainkan berkat dukungan dan kontribusi banyak pihak.
Menurutnya, dukungan dari kolega dan pimpinan fakultas turut memberikan motivasi serta kelancaran dalam proses pencapaian jabatan akademik tersebut. Ia pun berharap pencapaian tersebut dapat memotivasi dosen lain untuk terus mengembangkan karier akademik hingga mencapai jabatan fungsional tertinggi.
Prof. Erna juga menyampaikan kesiapannya untuk berbagi pengalaman dengan para dosen yang sedang menempuh proses kenaikan jabatan fungsional. “Saya berharap kesempatan yang akan datang juga dapat dimanfaatkan oleh bapak dan ibu sekalian untuk mengurus jabatan fungsional hingga jabatan tertinggi. Insya Allah saya bersedia berbagi pengalaman dan membantu memfasilitasi proses tersebut,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam pengembangan riset dan publikasi ilmiah. Menurutnya, kerja sama antar dosen menjadi kunci dalam meningkatkan capaian akademik sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Ia menilai bahwa kolaborasi tidak lagi sekadar pilihan, melainkan telah menjadi kebutuhan dalam dunia akademik saat ini, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi bersama.
Kegiatan Buka Puasa Bersama ini juga diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta tausiyah Ramadan yang disampaikan oleh Dosen FISIP Dr. Khairul Fuad, M.A.
Dalam tausiyahnya, Fuad mengajak para peserta untuk memahami makna kebahagiaan dari perspektif psikologi modern yang juga memiliki keterkaitan dengan nilai-nilai spiritual dalam Islam. Ia menjelaskan bahwa sebelum tahun 1998, pendekatan dalam ilmu psikologi lebih banyak berfokus pada upaya mengurangi kecemasan, stres, dan kesedihan.
“Pada masa itu psikologi lebih banyak membahas bagaimana mengurangi kecemasan, menghilangkan stres, dan mereduksi kesedihan,” ujarnya.
Namun demikian, ia menjelaskan bahwa pada tahun 1998 muncul sebuah pendekatan baru dalam ilmu psikologi yang dikenal sebagai psikologi positif, yang dipelopori oleh psikolog Amerika Martin Seligman. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada masalah psikologis, tetapi juga menekankan pentingnya pengembangan potensi manusia untuk mencapai kehidupan yang lebih bermakna.
Menurutnya, dalam perkembangannya konsep kebahagiaan tidak lagi hanya dipahami sebagai perasaan senang atau emosi sesaat. Dalam karya Martin Seligman yang terbit pada 2011, istilah kebahagiaan kemudian berkembang menjadi konsep well-being atau kesejahteraan hidup.
Ia menjelaskan bahwa konsep well-being mencakup berbagai aspek kehidupan, seperti kepuasan hidup, pertumbuhan diri, serta kemampuan individu untuk menjalani kehidupan secara bermakna. “Konsep kebahagiaan tidak lagi hanya sebatas emosi, tetapi bagaimana jiwa seseorang dapat berkembang dan bertumbuh,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa konsep tersebut sejalan dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam Islam, di mana kebahagiaan tidak hanya diukur dari aspek materi atau perasaan semata, tetapi juga dari kualitas amal, ketenangan batin, serta hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama.
Melalui tausiyah tersebut, ia mengajak seluruh civitas akademika FISIP UNAS untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat spiritualitas, serta meningkatkan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tausiyah Ramadan tersebut berlangsung khidmat dan diikuti dengan penuh antusias oleh para dosen, tenaga kependidikan, serta pimpinan fakultas yang hadir. Momen tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh peserta untuk terus menyeimbangkan antara pengembangan intelektual, spiritual, dan sosial dalam kehidupan akademik maupun kehidupan sehari-hari.
Di akhir kegiatan, suasana kebersamaan semakin terasa ketika seluruh peserta menikmati hidangan berbuka puasa bersama. Momen tersebut menjadi ajang mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan FISIP UNAS sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi. (*Dimas Wijaksono)
Bagikan :


