Jakarta (UNAS) – Program Studi Pendidikan Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Nasional (UNAS) kembali menyelenggarakan Pelatihan Certified Wound Care Clinician Associate (CWCCA) Batch 11. Kegiatan ini diselenggarakan selama empat hari, pada Rabu hingga Sabtu, (17-20/9), di Ruang 707, Gedung C, Lantai 7 UNAS Pejaten.
Kegiatan ini diikuti oleh 24 peserta pelatihan CWCCA, dan dihadiri oleh DEKAN FIKES UNAS Prof. Dr. Dra. Retno Widowati, M.Si., Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Ners Ns. Intan Asri Nurani, M.Kep., Sp.Kep.Kom., Ketua Pelaksana CWCCA 2025 Ns. Millya Helen, S.Kep., M.Kep., CWCCA, Ketua WoCare Ns.Tioma Naibaho.,M.Kep.,WOC(ET)N, Fasilitator Ns .Nila Indrayati,. M.Kep.,Sp.Kep.MB.,WOC(ET)N, dan Ns. Wahyu Anggara., S.Kep.
Pelatihan ini diisi dengan beragam rangkaian pembelajaran, mulai dari pre-test, materi anatomi fisiologi luka, pengkajian luka, workshop wound bed preparation (WBP), hingga praktik klinik, kuis laboratorium, dan ujian OSCE. Materi juga mencakup pemilihan balutan luka, penanganan luka diabetes, serta luka pasca operasi.

Dekan FIKES UNAS Prof. Dr. Dra. Retno Widowati, M.Si.
Dalam sambutannya, Dekan FIKES UNAS Prof. Dr. Dra. Retno Widowati, M.Si. , menyampaikan bahwa CWCCA telah menjadi program unggulan yang konsisten digelar setiap tahun.
Pelatihan CWCCA di FIKES UNAS sudah berlangsung hingga 11 kali. Kami berharap kegiatan ini menjadi modal berharga agar peserta lebih percaya diri dan memiliki kemampuan lebih dalam praktik perawatan luka. “Tidak banyak perguruan tinggi yang memiliki visi WOCARE seperti ini, dan sertifikat CWCCA sudah tervalidasi oleh Kementerian Kesehatan RI. Semoga pengalaman ini menjadi bekal untuk meraih pekerjaan impian, baik di rumah sakit, puskesmas, maupun layanan home care,” ucapnya.
Ketua WoCare Ns.Tioma Naibaho.,M.Kep.,WOC(ET)N, juga menekankan makna penting seorang perawat luka.
“WOCARE percaya bahwa perawat luka bukan hanya wound clinician, tetapi juga pejuang kehidupan yang berdiri di garis depan untuk mencegah amputasi, menjaga kualitas hidup pasien, dan memberikan harapan bagi keluarga,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Pelatihan, Ns. Millya Helen, S.Kep., M.Kep., CWCCA, mengajak peserta untuk menjadikan pelatihan ini sebagai momentum peningkatan kompetensi.
“Saya yakin, teman-teman yang hadir di sini sudah melalui banyak perjuangan. CWCCA ini akan berguna untuk karir ke depan. Ikuti dengan kenyamanan, keyakinan, dan semangat, karena dari hal kecil inilah langkah besar akan dimulai,” pesannya.
Pelatihan ditutup pada Sabtu, (20/9) dengan seminar, evaluasi, penyerahan cinderamata, serta pengumuman peserta terbaik. Gelar peserta terbaik diraih oleh Hermina Mawanti (Terbaik I), Muhammad Akbar (Terbaik II), dan Selvaning Oktania (Terbaik III). (SAF)
Bagikan :


