Fakultas Pertanian Sukses Gelar Agrifest 2016

Kampus Universitas Nasional (UNAS) yang berlokasi di Bambu Kuning, Kamis (15/12) nampak berbeda. Kampus yang menjadi pusat laboratorium dan kebun percobaan Fakultas Pertanian UNAS ini terlihat lebih ramai dari hari-hari biasanya. Puluhan siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi terlihat memadati salah satu laboratorium di sana. Mereka antusias mendengarkan penjelasan tentang tanaman bonsai dan vertikultur yang disampaikan oleh Kepala Laboratorium Ilmu-Ilmu Pertanian, Fakultas Pertanian UNAS, Ir. Etty Hesthiati, M.Si.

Para siswa ini adalah peserta Kegiatan Agrifest 2016, yang digagas oleh Fakultas Pertanian. Kegiatan bertema ”Mengembangkan Pertanian Perkotaan Untuk Generasi Muda” ini diikuti oleh sekitar 70 peserta yang berasal dari sekolah menengah atas dan perguruan tinggi di Jakarta dan Depok. Perguruan tinggi yang ikut sebagai peserta adalah Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Universitas Islam Negeri (UIN).

‘’Kami ingin agar para generasi muda khususnya di perkotaan tidak melupakan pertanian. Karena itu, tema dari kegiatan ini adalah mengembangkan pertanian perkotaan untuk generasi muda. Sehingga generasi muda yang nantinya akan menjadi pemimpin bangsa, dapat mengembangkan pertanian khususnya pertanian yang cocok di daerah perkotaan. Oleh karena itu, kami mengambil materi bonsai dan vertikultur,’’ ungkap Ketua Panitia Agrifest, Fajar Dapi Wijiseno.

Tak hanya mendengarkan teori, para siswa SMA dan Univesitas ini juga mendapatkan pelatihan bonsai dan vertikultur langsung dari para pakarnya. Untuk pelatihan bonsai, Fakultas Pertanian, turut menggandeng Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) cabang Kota Bogor. Pelatihan dipimpin oleh pengurus PPBI, Tjahyo BS yang menjelaskan tentang teknik bonsai.

Menurutnya, kata bonsai sendiri berasal dari kata bon dan sai, yang pengertian dasarnya adalah pohon yang ditanam di wadah/ pot dengan mengikuti kaidah seni dalam menampilkan miniatur pohon tua di alam. Di daerah perkotaan, lanjutnya, bonsai adalah pilihan yang tepat bagi masyarakat perkotaan yang ingin rumahnya tetap hijau dan asri. ‘’Bonsai adalah solusi untuk lahan terbatas dan pekarangan yang sempit. Ini juga obat stress bagi wadah ekspresi bagi masyarakat khususnya yang tinggal di perkotaan,’’ paparnya.

Para peserta pun dibagi beberapa kelompok dan mendapatkan pelatihan membuat bonsai. Dengan arahan dari pengurus dan anggota PPBI, setiap kelompok diberikan satu tanaman dan kawat untuk membuat bonsainya sendiri. Selain pelatihan membuat bonsai, para peserta juga mendapat pelatihan vertikultur.

‘’Kami mendapat banyak ilmu dari pelatihan hari ini. Apalagi tidak hanya teori yang disampaikan, tapi juga diajarkan praktik langsung untuk membuat bonsai dan vertikultur. Kami juga saling kenal dengan sekolah lain karena satu kelompok terdiri dari beberapa sekolah,’’ ungkap Ida, salah satu mahasiswa dari SMAN 5 Depok yang terlihat tertarik dengan bidang pertanian.

Ditemui di tempat yang sama, Kepala Laboratorium Ilmu-Ilmu Pertanian UNAS, Ir. Etty Hesthiati, M.Si juga menekankan pentingnya pertanian di masa kini. ‘’Pertanian itu tidak terpengaruh akan tren, karena pertanian tidak ada matinya. Tidak seperti bidang keilmuan lainnya yang nantinya pasti ada titik jenuh. Pertanian selalu dibutuhkan oleh masyarakat karena masyarakat butuh makan,’’ ungkap Etty. (*mth)