Jakarta (UNAS) – Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Nasional (UNAS), Ns. Dayan Hisni, S.Kep., MNS., CWCCA, berpartisipasi dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian DPPM Kemdiktisaintek 2025 yang diselenggarakan pada Selasa (14/10) di Ruang Rapat Cyber Library UNAS, Pejaten, Jakarta Selatan.
Dalam kegiatan tersebut, Dayan mempresentasikan kemajuan penelitian hibah yang tengah ia jalankan berjudul “Early Warning System Berbasis Kecerdasan Buatan bagi Penderita Binge Eating Disorder (BED) atau Perilaku Makan Berlebihan.” Penelitian ini menarik perhatian karena menyoroti isu kesehatan mental dan gizi remaja yang kian meningkat di Indonesia.
“Kasus gangguan makan, khususnya Binge Eating Disorder, cukup banyak terjadi pada remaja Indonesia. Namun, belum banyak penelitian yang berfokus pada solusi pencegahan dan deteksi dini. Melalui penelitian ini, kami berupaya menghadirkan sistem peringatan dini berbasis teknologi untuk membantu remaja mengenali dan memantau perilaku makannya,” ujar Dayan.
Ia menjelaskan bahwa Early Warning System (EWS) yang sedang dikembangkan menggunakan pendekatan kecerdasan buatan (AI) untuk memantau pola makan dan asupan kalori pengguna. Sistem ini dirancang agar dapat memberikan notifikasi dan analisis sederhana mengenai kondisi makan pengguna, sehingga dapat membantu mereka mengenali potensi gangguan makan sejak dini.
“EWS ini nantinya akan hadir dalam bentuk aplikasi ponsel maupun versi web yang dapat diakses oleh remaja Indonesia. Aplikasi ini berfungsi sebagai pengingat dan alat pemantau, sekaligus membantu pengguna memahami apakah mereka memiliki kecenderungan perilaku makan berlebihan atau tidak,” tambahnya.
Selain membantu individu memantau kondisi pribadinya, penelitian ini juga berpotensi memberikan data penting bagi tenaga kesehatan dan lembaga pendidikan dalam merancang program intervensi yang lebih tepat sasaran. Dengan demikian, hasil penelitian diharapkan tidak hanya berkontribusi pada ranah akademik, tetapi juga memberikan manfaat praktis bagi masyarakat luas.
Kegiatan Monev Internal DPPM Kemdiktisaintek 2025 menjadi wadah bagi para dosen peneliti UNAS untuk memaparkan kemajuan riset yang tengah dijalankan. Melalui forum ini, para peneliti memperoleh umpan balik, memperkuat kualitas riset, dan memastikan penelitian berjalan sesuai rencana serta target luaran yang telah ditetapkan.
“Semoga penelitian ini dapat menjadi pijakan awal dalam pengembangan teknologi kesehatan berbasis AI yang mendukung gaya hidup sehat di kalangan remaja,” pungkas Dayan. (SAF)
Bagikan :


