Jakarta (UNAS) – Universitas Nasional (UNAS) melalui Biro Administrasi Kemahasiswaan dan Alumni (BIROMAWA) mengadakan Seleksi Wawancara Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri Tahun 2025 pada Rabu, (27/8), di Ruang Seminar Selasar Lantai 3 Blok A, Kampus UNAS Pejaten. Kegiatan ini diikuti 14 mahasiswa yang telah lolos seleksi administrasi dari total 16 pendaftar.
Acara ini dibuka dengan sambutan Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNAS, Dr. Dra. Erna Ermawati Chotim, M.Si. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa program beasiswa ini merupakan bentuk sinergi strategis antara perguruan tinggi dan lembaga zakat dalam memperluas akses pendidikan tinggi.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNAS, Dr. Dra. Erna Ermawati Chotim, M.Si.
“Melalui beasiswa BAZNAS ini, harapannya tidak ada lagi potensi mahasiswa yang terhambat dalam menempuh pendidikan. Kalian yang hadir di sini adalah mahasiswa terpilih yang diberi kesempatan untuk mewujudkan cita-cita dan harapan, sekaligus menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Dr. Dra. Erna menambahkan, seleksi ini bukan semata-mata menilai aspek akademik, tetapi juga mengeksplorasi komitmen, integritas, dan kepedulian sosial. Ia juga mengatakan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh capaian IPK, tetapi juga kemampuan bersosialisasi, memiliki nilai-nilai luhur, serta kepekaan terhadap persoalan di tengah masyarakat.
“Keberhasilan akademik hanya menyumbang sekitar 30–40 persen. Sisanya ditentukan oleh kemampuan sosial, empati, serta komitmen untuk berkontribusi. Karena itu, kami ingin mahasiswa UNAS tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa sosial yang kuat,” tegasnya.
Senada dengan itu, Kepala BIROMAWA UNAS, Kamaruddin Salim, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa program Beasiswa Cendekia BAZNAS merupakan bentuk nyata kepedulian lembaga zakat terhadap dunia pendidikan. Kehadiran program ini tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter bagi mahasiswa.
Kepala BIROMAWA UNAS, Kamaruddin Salim, S.Sos., M.Si.

“Melalui seleksi ini, kami ingin memastikan bahwa penerima beasiswa benar-benar mahasiswa yang layak, unggul, berintegritas, dan memiliki komitmen untuk memberi kontribusi terbaik bagi bangsa,” jelas Kepala BIROMAWA UNAS.
Setelah itu, proses seleksi wawancara dilaksanakan bersama tim pewawancara dari BIROMAWA UNAS. Dalam sesi ini, para peserta diuji lebih jauh mengenai motivasi pribadi, visi yang mereka usung, serta konsistensi dalam menjalani peran sebagai penerima beasiswa.
Melalui tahapan ini, tim seleksi berupaya menemukan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki komitmen kuat untuk berkontribusi bagi masyarakat. Harapannya, dari proses wawancara ini akan lahir penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS 2025 yang mampu menjawab berbagai tantangan akademik sekaligus tampil sebagai agen perubahan sosial yang membawa dampak positif di lingkungan sekitarnya. (SAF)
Bagikan :


