Jakarta (UNAS) – Di tengah suasana haru dan kebanggaan prosesi Wisuda Universitas Nasional (UNAS) Periode I Tahun Akademik 2024/2025, terselip satu kisah inspiratif yang menyentuh hati banyak orang. Adalah Desfara Anggreani, seorang wisudawati dari Fakultas Ilmu Kesehatan, yang sempat nyaris menyerah akibat krisis kesehatan pascapandemi, namun justru bangkit dan menorehkan prestasi gemilang.
Dengan suara bergetar, Desfara membagikan kisah perjuangannya di hadapan Senat dan Guru Besar, ratusan wisudawan, serta keluarga. Ia mengisahkan masa-masa sulit akibat gangguan kesehatan yang membuatnya tak mampu berjalan normal. Demi kesembuhannya, keluarganya rela mengorbankan seluruh tabungan dan aset yang dimiliki.
“Ada saat di mana saya merasa tidak sanggup lagi. Tapi di UNAS, saya tidak pernah berjalan sendiri,” ungkapnya haru.
Selama satu tahun penuh ia menjalani pengobatan intensif hingga akhirnya pulih. Di tengah keraguan untuk melanjutkan studi, dukungan orang-orang terdekat termasuk Dekan, dosen pembimbing akademik, dan sahabat mendorongnya untuk bangkit kembali. Tak hanya kembali kuliah, Desfara bahkan dipercaya mewakili UNAS dalam berbagai ajang kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.
“Setiap momen wisuda, nama saya selalu disebut sebagai mahasiswa berprestasi oleh Pak Rektor. Itu momen yang tak akan pernah saya lupakan,” tegasnya, sambil menekankan bahwa hal itu bukan untuk menyombongkan diri, melainkan sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan yang telah dilaluinya.
Berkat bimbingan para dosen, dukungan sahabat, serta peran aktif Biro Kemahasiswaan sebagai ruang pengembangan potensi, Desfara berhasil menuntaskan masa studi dengan predikat lulusan terbaik di program studinya.
Ia secara khusus menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh sivitas akademika, mulai dari Rektor, Dekan, Ketua Program Studi, hingga dosen pembimbing akademik.
“Saya masih ingat saat pertama kali memulai perjalanan prestasi di kampus ini. Saya menghubungi dosen pembimbing akademik saya, Ibu Milla Evelianti Saputri, dan beliau langsung mendukung saya untuk mewakili UNAS di berbagai kompetisi,” ujarnya.
Desfara menutup pesannya dengan semangat dan harapan:
“Hari ini kita memang berpisah dari rutinitas kampus, tapi bukan untuk berakhir—melainkan untuk memulai. Jangan pernah takut mencoba hal baru, karena keberanian akan membuka jalan menuju masa depan.”
Dalam pidatonya, Rektor Universitas Nasional, Dr. El Amry Bermawi Putera, M.A., menegaskan bahwa prosesi wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal langkah baru dalam menghadapi dunia nyata yang penuh tantangan.
“Keberhasilan di masa depan tidak hanya ditentukan oleh ijazah dan prestasi akademik, namun juga oleh soft skills dan karakter yang tangguh,” ujarnya.
Ia pun menyebut Desfara sebagai simbol semangat pantang menyerah yang menjadi karakter lulusan UNAS.
“Ketika mahasiswa kita berhasil bangkit dari titik terendah, itu bukan hanya kemenangan pribadi, tetapi juga kemenangan nilai-nilai UNAS.”
Kini, Desfara siap menapaki babak baru kehidupannya, dengan keyakinan bahwa dengan doa, usaha, dan dukungan, tak ada hal yang mustahil untuk diraih. (*MARS)
Bagikan :


