Calon Lulusan HI UNAS Diajak Menajaga Wilayah Perbatasan Dalam Seminar Nasional

Jakarta (UNAS) – Progam Studi Hubungan Internasional Universitas Nasional menggelar acara Seminar Nasional pada Rabu (11/12) di Aula Blok 1, lt. Acara yang mengundang pakar  Hubungan Internasional yang ada di Indonesia Prof. Drs. Yanyan M. Yani, MAIR., Ph.D dari Universitas Padjajaran ini mengajak mahasiwa HI UNAS untuk turut menjaga wilayah perbatasan Indonesia. “kalian calon lulusan Hubungan Internasional harus ikuit menjaga dan melindungi pulau-pulau kecil yang ada di perbatasan karena pulau-pulau itu rawan diakui oleh negara lain,” paparnya.

Dalam seminar Nasional dengan tema “Politik Luar Negeri Indonesia Era Pemerintah Joko Widodo Periode Kedua” ini, Prof Yanyan juga menjelaskan dalam 6 tahun kedepan akan ada mata uang ASEAN.“Dalam wacananya akan ada mata uang seperti di Uni- Eropa yang menggunakan mata uang Euro, nanti ASEAN juga akan mengeluarkan mata uangnya sendiri dalam 6 tahun kedepan,” jelasnnya. Selain itu, dalam politik luar negeri era Joko Widodo pada periode kedua dengan terbentuknya Indo-Pasifik Indonesia akan dapat menjalin hubungan baik negara- negara ASEAN maupun negara dan wilayah di se­kitar Samudera Hindia dan Sa­mudera Pasifik.

“Indonesia dapat membina hubungan yang relatif baik dengan negara-negara ASEAN dan negara-negara Asia Pasifik dan wilayah di se­kitar Samudera Hindia mengenai pertumbuhan ekonomi,terutama dari sektor pariwisata dan kemaritimannya,” imbuhnya. Politik luar negeri merupakan komponen dari kebijakan politik nasional yang ditujukan ke luar, yang bisa diartikan dengan kata lain politik luar negeri merupakan pencerminan dari kepentingan nasional yang ditujukan ke luar dan merupakan bagian dari kebijakan untuk mencapai tujuan-tujuan nasional.

Selain itu, Prof. Yanyan juga mengatakan bahwa ada banyak lapangan kerja yang tersedia untuk para sarjana Hubungan Internasional. “ Bukan hanya kementerian luar negeri, lulusan program studi HI juga dibutuhkan di sejumlah instansi lain dan Sebaiknya para lulusan Hubungan Internasional tidak hanya berpikir untuk menjadi diplomat, supaya tidak banyak angka pengangguran lulusan HI,” sambungnya. (*TIN)