Aksi Lawan Corona, PPI UNAS Gelar Workshop Evaluasi HBCC di Indonesia

Jakarta (UNAS) – Sekitar 15% dari populasi penduduk dunia merupakan kelompok masyarakat dengan berbagai bentuk disabilitas. Dengan tantangan yang dihadapi dalam aspek kesehatan dan sosial, kelompok orang-orang dan lansia dengan disabilitas mengalami ketidakadilan dalam akses layanan air dan sanitasi serta risiko yang lebih tinggi dalam menggunakan fasilitas kesehatan. Pandemi COVID-19 telah membuat masyarakat dengan disabilitas semakin rentan karena mereka menghadapi risiko infeksi yang lebih besar terhadap virus.

Untuk mengatasi penyebaran COVID-19 bagi penduduk di negara-negara berpenghasilan menengah dan rendah (Low and Middle-Income Countries-LMICs), Pemerintah Inggris dan Unilever meluncurkan program Hygiene Behavior Change Coalition (HBCC) untuk meningkatkan kesadaran mengenai perilaku menjaga kebersihan tangan. Pada kesempatan ini, Universitas Nasional melalui Pusat Studi Islam Universitas Nasional (PPI-UNAS) menggelar Workshop Evaluasi HBCC di Indonesia pada Kamis (15/4).

Dr. Fachruddin M Mangunjaya

Dalam sambutannya, Ketua Pusat Pengajian Islam- UNAS Dr. Fachruddin M Mangunjaya menjelaskan bahwa Workshop ini bertujuan untuk menginformasikan dan mendapatkan masukan dari para pemangku kepentingan. “Mengenai rancangan studi dan metodologi evaluasi program HBCC, workshop ini bertujuan untuk menginformasikan dan mendapatkan masukan dari para pemangku kepentingan, Mendapatkan pengetahuan dari lembaga pelaksana program dan organisasi yang relevan lainnya mengenai kegiatan intervensi HBCC dan berbagai perkembangan kegiatan, Mendapatkan masukan dan saran di tingkat kebijakan dari perwakilan pemerintah serta organisasi dan dari berbagai organisasi masyarakat dengan disabilitas di Indonesia terkait rencana studi,” paparnya.

Ia menambahkan dalam kegiatan program HBCC tersebut akan melibatkan 5 negara berkembang. “Kegiatan ini akan melibatkan 5 negara berkembang, Indonesia, Bangladesh, Kenya, Zambia dan Serleong yang nanti akan ikut mengevaluasi program HBCC,” ungkapnya.

Workshop Partisipatif Studi Evaluasi HBCC di Indonesia yang mengangkat tema “Studi Evaluasi Program HBCC (Hygiene Behavior Change Coalition) untuk Pencegahan Covid-19: Keterlibatan Kelompok Masyarakat (Anak-anak dan Lansia) dengan Disabilitas” PPI- UNAS bekerjasama dengan Save the Children Indonesia, UNICEF, London School of Hygiene and Tropical Medicine (LSHTM), International Centre for Diarrhoeal Disease Research, Bangladesh (icddr,b) dan beberapa Yayasan difabel yang ada di Indonesia.

Prof. Dr. Ernawati Sinaga, M.S., Apt

Pada kesempatan yang sama Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat UNAS Prof. Dr. Ernawati Sinaga, M.S., Apt berharap dengan adanya kegiatan seperti ini semoga dapat membuahkan hasil bagaimana keefektifan program HBCC pada kelompok sasaran. “Seperti yang sudah kita ketahui bahwa workshop ini untuk evaluasi program HBCC pencegahan Covid-19 untuk mengevaluasi efektivitas kelompok masyarakat khususnya anak-anak, difabel dan lansia. Semoga workshop ini bisa membuahkan hasil yang bermanfaat”, ujar Erna.

HBCC sendiri merupakan program kemitraan antara pemerintah Kerajaan Inggris dengan Unilever. Program tersebut dibentuk dengan tujuan untuk memperlambat penyebaran Covid-19 di dunia. Program HBCC merupakan kampanye global yang dilaksanakan di 37 negara dan Indonesia menjadi salah satunya yang dilaksanakan oleh 21 organisasi non-profit.

Term of Reference (TOR) atau Kerangka Acuan Kegiatan Workshop dilaksanakan melalui pertemuan tatap muka atau daring untuk mendiskusikan tentang intervensi program HBCC dan perbaikan rancangan studi evaluasi melalui komentar dan masukan dari pemangku kepentingan. (*TIN)