Bisakah Perkembangan Artificial Intelligence, Motori Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 ?

Jakarta (Unas) – Perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan tengah menjadi perbincangan ahli teknologi. AI disebut dapat motori revolusi industri 4.0 yang kini mulai memasuki era society 5.0 dan bisa menciptakan wajah baru dalam  perkembangan mesin yang telah terintegrasi oleh internet.

Prof. Dr. Iskandar Fitri, S.T., M.T.

Dalam sambutanya  Prof. Dr. Iskandar Fitri, S.T., M.T. mengatakan, semua perusahaan teknologi tengah menggencarkan teknologi kecerdasan buatan tersebut yang akan menjadi wajah baru dalam revolusi industri. Selanjutnya Prof. Dr. Iskandar Fitri, S.T., M.T. juga membuka kuliah umum webinar public lecture Fakultas Teknologi, Komunikasi, dan Informatika (FTKI) ini yang berlangsung pada Rabu (2/09) dengan secara online.

“Mengacu dari tren saat ini dan perkembangan masa datang, dimana AI memegang peran sebagai pengendali terdepan untuk menggerakan integrasi sitem Teknologi Komunikasi dan Informatika (TIK) dalam penunjang sistem lain di hampir semua sektor kehidupan,” jelas Wakil Rektor Bidang Akademik Unas itu. Ia juga menghimbau kepada seluruh profesional dalam bidang TIK untuk mempelajari dan mengimplementasikannya.

Acara yang diselenggarakan oleh FTKI Universitas Nasional ini dihadiri oleh para pimpinan, dosen dan mahasiswa FTKI serta para akademisi dari universitas lainnya di Indonesia dan Malaysia.

Senada dengan hal tersebut, Deputy Dean Research and Innovation, Assoc. Prof. Dr. Siti Norul Huda Syeikh Abdullah, Universiti Kebangsaan Malaysia mengatakan, tren teknologi pintar sekarang sedang berkembang pesat di seluruh dunia. Bahkan, internet of things (IOT) telah mengambil peran disemua disiplin ilmu.

Assoc. Prof. Dr. Siti Norul Huda Syeikh Abdullah

“Sekarang IOT telah mengambil tempat dalam semua bidang disiplin ilmu dan banyak digunakan dalam berbagai bidang entah itu industri pemasaran, kesehatan, pertahanan, pendidikan, dan semuanya tengah menuju pada penggunaan teknologi pintar,” jelasnya.

Dengan adanya teknologi AI dan IOT tersebut, lanjut Siti, dapat membantu mempermudah seseorang dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Selain itu, AI juga memegang pernana penting dalam perkembangan inovasi di masa depan.

Dalam kesempatan yang sama, Electrical dan Computer Engineering Universiti Islam Antarabangsa Malaysia, Prof. Dr. Teddy Surya Gunawan mengatakan, teknologi ini peting untuk dipelajari agar tidak tertinggal dalam perkembangan revolusi industri. AI sendiri dikembangkan agar sebuah perangkat lunak memiliki kecerdasan yang setara dengan manusia.

“Dengan masuknya era revolusi industri 4.0 bahkan menuju seociety 5.0 ini maka kita sebagai orang yang berkecimpung dalam bidang IT juga perlu berkompeten dan inovatif agar dapat bersaing,” tegasnya. Dalam webinar tersebut ia juga menjelaskan mengenai ‘signal prosessing and machine learning and its relation to 4.0’.  

Sebagai pembicara terakhir, Assoc. Prof. Dr. Nurfadhila Mohd Sharef dari Universiti Putra Malaysia mengatakan, saat ini teori dan perkembangan sistem komputer telah mampu melakukan tugas-tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia. Sementara dalam realisasinya dibutuhkan pihak yang berkerja sama untuk melakukan perkembangan AI tersebut.

“Orang yang memiliki peran dalam pembentukan AI harus dapat bertanggung jawab dalam pengoperasiannya sehingga menimbulkan manfaat bagi kehidupan manusia nantinya. Pelaku teknologi juga harus bijak ketika menikmati dari perkembangan teknologi ini,” tutupnya. (NIS)