Bertemu dengan Presiden Afghanistan Ketua MPR Jelaskan Cara Indonesia Berdemokrasi

Jakarta – Sebagai negara yang berkedaulatan Pancasila Negara Republik Indonesia memiliki sistem pemerintahan yang berjalan harmonis sesuai dengan tugas dan kewenangan masing – masing lembaga. Untuk menjaga kesinambungan dalam menjalankan roda pemerintahan negara Indonesia diperlukan sistem yang sesuai dengan iklim perpolitikan dan dinamika dalam berbangsa dan bernegara. Sistem pemerintahan yang ideal yang telah dianut Indonesia selama ini adalah sistem demokrasi. Seperti diketahui demokrasi  sendiri adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat  atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut.

Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politica yang membagi ketiga kekuasaan politik negara (eksekutif, yudikatif dan legislatif) untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas (independen) dan berada dalam peringkat yg sejajar satu sama lain. Kesejajaran dan independensi ketiga jenis lembaga negara ini diperlukan agar ketiga lembaga negara ini bisa saling mengawasi dan saling mengontrol berdasarkan prinsip checks and balances.

Ditemui saat menjamu Presiden Afghanistan diruang delegasi, gedung Nusantara V, Jakarta Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menjelaskan kepada Presiden Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani bahwa demokrasi bisa berjalan dengan baik di Indonesia, meskipun mayoritas penduduknya beragama Islam. 

“Saya sampaikan walaupun Indonesia mayoritas beragama Islam, demokrasi bisa berjalan dengan baik,” kata Zulkifli usai bertemu Presiden Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani di Jakarta, Kamis ( 6/4).

Zulkifli  juga menawari Afghanistan agar parlemennya bisa mengunjungi Indonesia untuk berbagi pengalaman bagaimana menjalankan prinsip-prinsip demokrasi dalam berbangsa dan bernegara.
Menurut dia, Indonesia siap berbagi pengalaman dalam bagaimana membangun pola relasi antarpartai politik yang baik dan hubungan antara parlemen dengan pemerintah yang berjalan seimbang dalam konteks mekanisme “check and balances”.

“Mereka mengaku senang Indonesia mau berbagi pengalaman dalam pelaksanaan demokrasi dan juga menyampaikan undangan agar kami bisa berkunjung ke sana,” ujarnya.

 Kepada Presiden Afghanistan, Zulkifli menyampaikan bahwa Indonesia memiliki Pancasila yang membuat keberagaman itu menjadi kekuatan dan masyarakat Indonesia salam menyikapi perbedaan suku, ras, budaya dan agama yang ada di Inonesia.

“Mereka juga meminta dukungan kerjasama bidang ekonomi, mereka katakan punya sumber daya alam yang luar biasa namun belum banyak investasi yang masuk,” katanya.

Sumber : http://antaranews.com