Perbedaan Perubahan Otak Laki-laki dan Perempuan Saat Stres

Universitas Kesehatan Stanford mempelajari stress dapat mempengaruhi laki-laki dan perempuan dengan cara yang berbeda. Terdapat insula yang merupakan bagian dari otak yang terhubung dengan emosi dan empati. Pada perempuan saat stres, insula ini ditemukan dalam ukuran kecil. Sedangkan pada laki-laki saat stres, insula ini dalam ukuran besar. Karena hal tersebut, perempuan banyak yang mengalami PTSD (post traumatic stress disorder).

Tim peneliti menemukan jika insula bereaksi maka semua perasaan sakit dan perasaan yang lain akan terpacu untuk muncul dan dirasakan oleh penderita. Insula ini memiliki banyak koneksi dengan bagian tubuh lain, sehingga peran insula sangat penting dalam tubuh.

Pada penelitian untuk umur sembilan sampai empat belas tahun dibagi menjadi dua kelompok. Ditemukan insula yang berbeda ukuran dan volume untuk empat belas perempuan dan enam belas laki-laki terkena PTSD dengan lima belas perempuan dan empat belas laki-laki.

Dari penelitian tersebut ditemukan hasil lebih banyak perempuan yang mudah terkena PTSD dan insula ini berpengaruh terhadap stress jangka panjang. Untuk penangan bisa dilakukan dengan cara terapi, medikasi, terapi perilaku kognitif, dan pertolong pertama untuk yang sudha terkena stress berat.

PTSD adalah sebutan yang sering digunakan untuk penderita yang terkena sedikit gangguan psikologi akibat efek hal yang menyebabkan trauma seperti kecelakaan, bencana alam, “bullying”, maupun kekerasan yang diterima. Beberapa hal yang bisa terjadi saat trauma berlangsung adalah mimpi buruk, susah tidur, susah makan, dan susah untuk relaksasi. Efek dari trauma ini biasa terjadi kurang lebih tiga sampai empat minggu, jika lebih dari satu bulan maka efek trauma harus segera ditangani dengan penanganan berbeda antara laki-laki dan perempuan.

 

Sumber: http://www.bbc.com/news/health-37936514