Presiden Prancis Kagum Akan Kebhinnekaan Yang Ada Di Indonesia.

Jakarta – Negara Republik Indonesia merupakan negara yang terdiri dari berbagai macam suku, bahasa, ras, budaya serta agama. Negara yang sudah merdeka selama 72 tahun inipun memiliki kekayaan alam yang begitu melimpah dari sektor pertanian, perkebunan, batubara, kelautan maupun sumber daya alam lainnya yang begitu membuat iri negara – negara lain yang ada di dunia.

Indonesia juga dikaruniai  potensi sumberdaya manusia yang berkualitas baik di level nasional maupun internasional. Telah banyak karya – karya  anak bangsa yang  diakui oleh dunia Internasional serta tak terhitung lagi berapa banyak tokoh – tokoh Indonesia yang memiliki peran dan jasa yang besar bagi negara – negara di dunia.  Keberagaman serta kerukunan  antar etnis inilah yang konon mengundang decak kagum dari berbagai belahan didunia. Dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika Indonesia mampu menjadi negara dengan penduduk mayoritas muslim terbesar didunia dengan tingkat diskriminasi serta perpecahan yang sangat rendah.

Seperti dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Presiden Prancis Francois Hollande menyinggung soal nilai kebhinnekaan (keberagaman) dan toleransi di Indonesia. Dimana menurutnya, hal itu bisa menjadi ilham bagi negaranya. Hollande mengatakan, Indonesia merupakan sebuah negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Namun Indonesia mampu menjaga nilai toleransi dan kebhinnekaan dengan baik.
“Indonesia memang adalah negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Dan kita tahu bahwa Indonesia mampu mengamalkan semboyan bhinneka tunggal ika yang bersifat toleran dan harus menjadi ilham bagi kami. Tentu saja,” ujar  Hollande di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (29/3).

Hollande mengatakan, di negaranya ada model lain, namun intinya tetap untuk menjaga nilai kebebasan dan toleransi. Untuk itu, dia berharap kedua negara bisa saling bertukar pikiran dalam nilai toleransi dan menangkal aksi terorisme.

“Di Prancis kami memiliki model lainnya yang pada prinsipnya sama, yaitu kebebasan dan saling toleransi. Jadi melalui konsepsi Islam tersebut yaitu milik Indonesia, yang berdasarkan usia suatu cara untuk hidup bersama-sama, tetapi harus sama-sama kuat menghadapi ancaman terorisme, tapi tanpa diskriminasi apapun juga terhadap agama,” tegasnya.

sumber : http://detik.com