6,9 SR Gempa Hampiri Jepang

Tsunami diumumkan akan melanda akibat efek gempa di prefektur Miyagi dan Fukushima Jepang, gempa ini berasal dari Honshu dengan gempa berkekuatan 6,9 SR pada Selasa (22/11) 06.00 pagi (Indonesia pukul 04.00 WIB).

Pemerintah Jepang memberi arahan agar semua penduduk yang berada di sekitar pantai untuk segera berpindah ke tempat dengan daerah yang lebih tinggi dan tidak boleh kembali sampai peringatan bahaya masih diumumkan. Sebelumnya terjadi gempa juga pada tahun 2011 gempa dengan kekuatan 9 SK menyerang Jepang dengan korban kurang lebih 20.000 orang dan memicu terjadinya krisis nuklir.

Gempa menyerang wilayah Tenggara 37 km dari Namie dengan kedalaman 11,4 km. Gempa ini masih ada dengan kekuatan 4,8 SR selama satu jam setelah gempa 6,9 SR.

Menurut Badan Metereologi Jepang akan terjadi tsunami kecil menyusul dari gempa yang terjadi. Perdana merasa cemas dengan badan nuklir, kecemasan ini terjadi karena alat untuk pendingin berhenti sejenak saat gempa terjadi dan terjadinya perubahan kadar radiasi.

Tsunami kecil melanda Prefektur Fukushima, Iwaki-shi pukul 06.29 pagi waktu Jepang dan untuk sementara yang terbesar adalah 1,4 meter menyerang Perfektur Miyagi, Sendai. Warga diharapkan untuk berhati-hati karena semakin kecill awal dari tsunami yang terjadi, maka akan semakin tinggi tsunami yang melanda pada waktu yang tidak diketahui. Warga juga dihimbau untuk menghangatkan diri di suhu yang dingin.

“Gempa terasa sampai Tokyo pada saat sedang makan pagi, gempa ini terjadi dalam beberapa menit dan warga Tokyo yang lain tetap sangat santai dan menguasai diri,” ungkap pembisnis dari Amerika, Jonatahan Swanson.

 

Sumber: http://edition.cnn.com/2016/11/21/asia/japan-earthquake/index.html