Orang Indonesia Kena ‘Virus’ Belanja Online, Ini Buktinya

Jakarta – Seiring dengan semakin canggihnya teknologi saat ini dimana dengan hanya mengunakan handphone/ gadget kita bisa melakukan semua hal dalam  satu waktu. Selain berfungsi sebagai alat komunikasi gadget juga bisa digunakan sebagai sarana transaksi jual beli antara konsumen dan penjual. Berkat kemudahan dari berbagai macam fitur yang disediakan oleh provider maupun produsen handphone maka tidak heran jika masyarakat Indonesia saat ini tengah gandrung dengan berbelanja online. Hal ini tentu jadi incaran bagi industri e-commerce yang baru berkembang di Indonesia.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Lazada Indonesia baru-baru ini, terungkap bahwa masyarakat mau mengalokasikan 10% dari total pendapatannya untuk berbelanja online. Angka itu diketahui dari jawaban 1.676 responden yang disurvei Lazada Indonesia, dengan komposisi 57% perempuan dan 43% laki-laki.

“Lebih dari setengah responden tersebut mau membelanjakan 10% pendapatannya untuk berbelanja online, entah untuk beli popok, susu, aksesoris ponsel, celana, dan kebutuhan lainnya,” ucap Head of Online Marketing Lazada Indonesia, Haikal Bekti Anggoro di Jakarta, Rabu (15/3).

Fakta lainnya, 95% responden mendapatkan inspirasi memberi hadiah atau kado untuk orang spesial melalui dunia maya. Bahkan, mereka meluangkan waktunya untuk mencari informasi di internet, hadiah seperti apa yang cocok diberikan.
Jika dilihat dari hasil surveinya, 75% akan membeli hadiah seminggu sebelum diberikan. Biasanya, mereka mencari informasi di internet di sela-sela waktu seperti jam makan siang atau perjalanan.

“Meski begitu, 82% responden menyatakan bahwa mereka baru memutuskan untuk membeli hadiah ketika telah sampai di rumah,” imbuhnya.
Sumber : http://detik.com