Bentuk Surga Biota Laut, CSERM UNAS Kolaborasi dengan Plymouth Marine Laboratory Of UK

CSERM UNAS dan Plymouth Marine Laboratory  optimis jadikan Taman Nasional Taka Bonerate di Sulawesi Selatan  sebagai Cagar Biosfer terbaik di Indonesia mengalahkan Bali.

JAKARTA ( UNAS) –   Indonesia negara yang  dijuluki  sebagai negeri seribu pulau oleh United Nation Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) seperti  termaktub dalam pasal 47 tentang negara kepulauan. Total 17000 pulau yang dimiliki oleh Indonesia saat  ini baik yang berpenghuni maupun tidak berpenghuni. Sadar akan besarnya potensi sumber daya alam ( SDA ) yang terbenam dipantai maupun  laut yang ada di negeri ini, tak ayal banyak negara – negara di dunia yang ingin bekerjasama dengan Indonesia baik dalam bentuk  perdagangan komoditi laut maupun untuk kebutuhan pariwisata.

Atas dasar insiasi dari Plymouth Marine Laboratory ( PML) sebuah organisasi lingkungan yang  didanai oleh pemerintah Inggris yang berperan untuk  menangani tantangan global untuk kepentingan nasional melalui penelitian – penelitian yang dapat membantu memecahkan masalah lingkungan khusunya daerah pesisir di negara – negara berkembang khususnya di kawasan Asia.

Atas dasar kesamaan tujuan itulah maka Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI ) merekomendasikan Universitas Nasional untuk bekerjasama dengan PML dalam rangka menyelamatkan ekosistem dan lingkungan di kawasan pesisir pantai.  Gayung pun bersambut, tak butuh waktu lama bagi Plymouth Marine Laboratory untuk menerima pinangan dari UNAS. Adalah Centre Of Sustainable Energy  and Resources Management  (CSERM) divisi yang bergerak di bidang penelitian, penilaian serta pengembangan di bidang energy terbarukan melalui pendekatan multi disiplin ilmu.

Diwawancarai diruang kerjanya J.Sugardjito, Ph.D selaku Direktur Pusat Studi Energi Berkelanjutan dan Manajemen Sumberdaya UNAS menyambut baik kerjasama antar dua negara ini. Kerjasama ini tuturnya, merupakan kerjasama jangka panjang yang dijadwalkan akan dikerjakan pada Januari 2018 ini  bertempat di Taman Nasional Taka Bonerate di Sulawesi Selatan. Alasan terpilihnya Taman Nasional ini sebagai wilayah yang akan dijadikan objek untuk penelitian dikarenakan wilayah Taka Bonerate memiliki keindahan alam yang begitu luar biasa serta  hasil biota laut yang begitu produktif namun dengan berbagai keunggulan yang dimiliki ternyata masyarakat pesisir pantai tersebut masih berada dalam garis kemiskinan dimana mereka tidak mampu memaksimalkan potensi yang ada. 

“ UNAS sebagai lembaga pendidikan yang ditunjuk sebagai mitra dalam program kerjasama internasional ini nantinya akan mengirimkan tenaga – tenaga ahli baik mahasiswa, dosen maupun karyawan dari berbagai disiplin ilmu untuk dapat membantu mengembangkan, memelihara serta mengedukasi masyarakat sekitar yang nantinya akan dibina dan diberikan pelatihan sehingga nantinya dapat memperoleh kesejahteraan yang layak bagi kehidupannya. Setidaknya penelitian ini terfokus pada tiga aspek seperti makanan, energi dan kesehatan.

Saat ini masyarakat pesisir pantai sangat tertinggal sekali dalam mengelola ketiga hal itu. Dengan adanya pelatihan – pelatihan yang nantinya akan kita laksanakan masyarakat akan mampu mengolah bahan – bahan yang berasal dari laut untuk disajikan menjadi sebuah komoditi yang memiliki nilai jual tinggi sehingga nantinya mereka juga mampu mengelola energi berkelanjutan seperti matahari dan angin yang begitu melimpah khusunya di wilayah untuk dijadikan sumber energi bagi alat – alat produksi seperti mesin- mesin maupun sumber – sumber listrik bagi kebutuhan rumah tangga.

Sangat banyak hal – hal yang bisa kita lakukan selain membenahi infrastruktur kita juga akan mengedukasi masyarakat agar terbiasa untuk hidup bersih, serta lebih mencintai lingkungan tempat tinggal mereka. Dengan waktu 4 tahun yang diberikan serta dukungan dari berbagai pihak saya optimis Ttaman Nasional Taka Bonerate yang terletak di Kabupaten Selayar Sulawesi Selatan akan menjadi pusat wisata maupun pusat biosfer dan cagar wisata yang bisa lebih indah dan lebih menarik dari Pulau Dewata Bali”, tutup Jito.