unas
pioneering transformation
 
beranda > berita > detail berita
 

Revitalisasi Pancasila dalam Sistem Pers

Indah Lestari, S.Sos - 09 Jun 2011, 17:12 WIB
 
   
 
Revitalisasi Pancasila dalam Sistem Pers | UNAS
"Kita wajib ikut mengawal pers dalam mensosialisasikan nilai-nilai Pancasila, dan mengetahui seberapa besar kontribusi pers dalam kehidupan bermasyarakat"
Jakarta (UNAS) - Pasca orde baru banyak hal yang berubah secara signifikan. Dalam hal politik, ekonomi, maupun sistem pers. Tipe kepemimpinan di era reformasi cenderung lebih memberi ruang bebas pada banyak aspek, termasuk dalam media massa. Ancaman pembredelan sudah tidak menghantui pers dalam memberitakan berbagai hal. Idealnya dengan kebebasan yang digenggam, pers tetap memperhatikan nilai-nilai Pancasila di dalam sistem yang dijalankan.

"Namun kondisi yang terjadi saat ini justru adanya penurunan nilai-nilai Pancasila, seperti menurunnya rasa tanggung jawab pers terhadap masyarakat", tutur Agus Sudibyo, Anggota Dewan Pers yang menjadi pembicara dalam kuliah umum dengan tema Revitalisasi Nilai-nilai Pancasila dalam Sistem Pers Indonesia (8/6), di Aula I Universitas Nasional.

Menurutnya, Pers adalah bagian dari masyarakat, cermin masyarakat dan sebagai kontrol pada kekuasaan dalam bentuk apapun. Pers kini cenderung bergeser fungsi menjadi institusi ekonomi dan tidak begitu mempedulikan nilai-nilai edukasi secara konstan. Seperti semakin banyaknya media yang menyoroti tentang kekerasan dengan gambar yang sangat jelas ditampilkan. Belum lagi konten-konten yang mengandung seksualitas yang tentunya sangat tidak ramah untuk di konsumsi keluarga Indonesia. Hal-hal tersebut sangat bertolak belakang dengan sistem Pers Indonesia yang sejak awalnya didasari oleh nilai-nilai Pancasila.

Agus mengkritisi watak Pancasilais yang dimiliki pers. Diantaranya dalam hal Kemanusiaan, Keadilan, Kerakyatan, dan Demokrasi. Pers dirasa belum cukup memanusiakan pemirsanya. Kepedulian pers terhadap yang terpinggirkan, termiskinkan, dan terlupakan juga belum maksimal. Masalah rakyat kecil masih banyak yg belum terpublikasi. Dia pun meragukan kontribusi pers dalam menyuarakan atau memperjuangkan prinsip-prinsip demokrasi. Sejumlah pernyataan tersebut dilontarkan Agus dalam penjelasan materi Menimbang-ulang Watak Kepublikan (Pancasilais) Pers Indonesia.

Kuliah umum diadakan selain menjadi bagian dari program kerja program Studi Ilmu Komunikasi, namun juga untuk memperingati hari lahir Pancasila pada 1 Juni lalu. "Kita wajib ikut mengawal pers dalam mensosialisasikan nilai-nilai Pancasila, dan mengetahui seberapa besar kontribusi pers dalam kehidupan bermasyarakat", ungkap Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Drs. Adi Prakoso, M.Si. Walaupun dalam dunia pendidikan Pancasila kini sudah dilebur ke dalam Kewarganegaraan, namun bukan berarti untuk dilupakan.
 
 
 
tentang unas
 
jenjang akademik
kemahasiswaan
kerjasama
p2m
 
 
 
Tentang Unas
 
Jenjang Akademik
Fakultas / Akademi
 
Badan / Biro
Kemahasiswaan
 
Layanan
Kerjasama
 
P2M
 
Tautan Lainnya

Find us:
unas
Jl. Sawo Manila, Pejaten
Ps. Minggu Jakarta 12520
 
Telp: (021) 7806700
Faks: (021) 7802718
Email: info@unas.ac.id
 
Soc-med & Feed
 
 
Follow UnasonUnas Google+
RSS Berita
RSS Kegiatan
 

  best viewed at 1024x768 resolution Design and constructed by BPSI © 2011-2012 Universitas Nasional, all right reserved.