Workshop Penyiaran TV & Radio: KPI Klarifikasi Hashtag ‘Kelakuan KPI’

Jakarta [UNAS] – Masih dalam rangkaian acara Communication Week 2016, Himpunan Mahasiswa Komunikasi (HIMAKOM) kembali mengadakan acara untuk mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi. ‘Workshop Manajemen Penyiaran TV dan Radio’ yang diadakan pada Selasa, (1/3) mengundang narasumber yang kompeten dibidangnya.

Diantaranya Azimah Soebagijo, M.Si.(Komisioner KPI Pusat), Lestari Tanjung (Presenter dan Host), Muayis Sugianti., S.Ikom (MNC TV), William Hans dan Ridian Eka Saputra. Banyak dari narasumber merupakan alumni Ilmu Komunikasi Universitas Nasional yang sudah terjun langsung di dunia penyiaran.

Azimah Soebagijo, M.Si. dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menjelaskan bagaimana KPI bekerja. Ia mengungkapkan bahwa ada kesalahpahaman selama ini mengenai sensor dan pemberhentian program acara.

“Perlu ditekankan bahwa bukan kewenangan KPI yang mensersor suatu acara, melainkan Lembaga Sensor Film (LSF) yang merupakan satu-satunya lembaga sensor. Jika ada penyensoran itu dilakukan oleh stasiun televisinya saja karena mencari aman takut ditegur KPI. Sedangkan, untuk penghentian acara sendiri kami menerima keluhan tentang beberapa program acara yang meresahkan masyarakat,” ujar Azimah saat menjawab pertanyaan mengenai kesalahpahaman hashtag ‘kelakuan KPI’ yang sedang ramai di masyarakat.

Azimah menyayangkan jika mahasiswa Ilmu Komunikasi ikut-ikutan meramaikan hal tersebut. Karena seharusnya mahasiswa komunikasi dapat lebih paham dan mengklarifikasinya.

Ia juga berpesan bahwa tantangan penyiaran sekarang ini lebih berat dari tahun-tahun sebelumnya. “Usai lulus, tantangan di dunia penyiaran akan lebih berat dibanding saat saya lulus dulu, akan banyak permasalahan baru nantinya,” ungkap Azimah.