Sosialisasi Green Hajj di DPR

JAKARTA [UNAS] – Wakil Ketua Pusat Pengkajian Islam (PPI) Dr. Drs. Fachruddin Majeri Mangunjaya, M, Si.  dan Dekan Fakultas Biologi Drs. Imran Said Lumban Tobing, M. Si. mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Mereka bertemu dengan Wakil Ketua DPR Fahmi Hamzah. Dalam pertemuan tersebut untuk menjelaskan konsep tentang Green Hajj yang melibatkan jama’ah haji dan umroh sebagai kader konservasi, lingkungan.

“Green hajj ini merupakan cara meningkatkan kesadaran umat Islam dalam menjaga lingkungan baik samapah, penghijauan dan lainnya. Kegiatan ini dibentuk karena PPI UNAS melihat tingginya jama’ah Indonesia setiap tahunnya sehingga dengan menyisihkan sedikit hartanya diluar biaya umroh dan haji untuk lingkungan, dapat memberikan hasil yang lebih bermanfaat,” papar Fachruddin di Gedung Nusantara III Lantai IV DPR/MPR, Senayan Jum’at (28/10).

Konsep Green Hajj merupakan konsep koservasi lingkungan yang memiliki tujuan agar jama’ah haji dan umroh Indonesia dapat berperan lebih terhadap lingkungan, seperti mengurangi emisi karbon, penghijauan, pengembangan eco masjid, eco pesantren dan pembuatan panel surya masjid. Selain beribadah, jama’ah haji dan umroh tersebut dapat memberikan manfaat secara nyata dengan konsep green hajj berupa penanaman pohon.

Fahri Hamzah menyambut baik konsep tersebut dan ingin mempelajari konsep yang telah dipaparkan tersebut, karena ini merupakan konsep yang sangat menarik untuk umat islam dalam meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan. Konsep Green Hajj pun akan diperkenalkan kepada negara – negara jama’ah haji lainnya pada  November 2016 di Maroko. Green Hajj merupakan salah satu kegiatan yang diinisiasi oleh Pusat Pengkajian Islam (PPI) Universitas Nasional.

Green Hajj ialah konsep kegiatan konservasi lingkungan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para jema’ah haji untuk memperbaiki kondisi alam, langkah green hajj sudah disetujui oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sudah diterapkan oleh beberapa travel perjalanan haji dan umroh.

Green Hajj ini diharapkan dapat menjadi konsep konservasi lingkungan yang dapat meningkatkan kesadaran dan dapat memberikan nilai pembelajaran untuk umat Islam dalam memperbaiki kondisi alam secara nyata di dunia.